KUDUS, Liputan7.Net – Dua sumur bor bantuan program TNI AD Manunggal Air Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, resmi diresmikan pada Kamis (13/8/2026). Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bagi 1.110 warga.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie melalui Danramil 03/Undaan Kudus Letda CPL Teguh Raharjo mengatakan, dua sumur bor tersebut berada di dua lokasi berbeda di Desa Berugenjang. Titik pertama berada di RT 01 RW 01, sedangkan titik kedua terletak di RT 03 RW 02.
“Untuk titik pertama di RT 01 RW 01 ada 109 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 550 jiwa. Kemudian titik kedua di RT 03 RW 02 terdapat 110 kepala keluarga atau sekitar 560 jiwa,” kata Teguh.
Dengan adanya dua fasilitas tersebut, total terdapat 219 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat. Jika berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani, kedua sumur bor tersebut mencakup sekitar 1.110 warga.
Teguh menjelaskan, pembangunan sumur bor di Berugenjang merupakan bagian dari program TNI AD Manunggal Air Tahap II Tahun Anggaran 2026. Program tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Undaan, tetapi juga menyasar sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kudus.
“Untuk tahap II di Kudus jumlahnya ada empat sumur bor. Dua berada di Desa Berugenjang, kemudian satu di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, dan satu lagi di Desa Panjang, Kecamatan Bae,” jelasnya.
Secara nasional, program TNI AD Manunggal Air Tahap II Tahun Anggaran 2026 mencakup pembangunan sekitar 3.000 sumur bor. Sebelumnya, tahap pertama program tersebut telah dilaksanakan pada 28 April 2026.
Peresmian sumur bor tersebut dilakukan secara serentak oleh Presiden pada Kamis (13/8/2026) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Di lokasi Desa Berugenjang, kegiatan dihadiri Danramil 03/Undaan, Camat Undaan, Kapolsek Undaan, para kepala desa se-Kecamatan Undaan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Berugenjang, anggota Koramil 03/Undaan, serta tokoh masyarakat dan perwakilan warga setempat.
Untuk pengelolaan sumur bor tersebut, biaya listrik nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Air dari sumur bor akan disalurkan secara bertahap ke rumah-rumah warga di RT 01 RW 01 dan RT 03 RW 02. Sementara teknis pengelolaan dan penyaluran air selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Berugenjang untuk ditangani secara bertahap setelah fasilitas tersebut resmi digunakan.
Selain sumur bor, terdapat pembangunan pipanisasi di Desa Menawan serta jembatan di Jetis Kapuan dan Ngembalrejo. Peresmian berbagai infrastruktur tersebut direncanakan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (13/8/2026) pukul 14.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial juga disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial. Sebanyak 35 paket sembako akan dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah wilayah, termasuk 10 penerima dari Kecamatan Undaan.
Teguh berharap keberadaan dua sumur bor tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Berugenjang, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Harapannya tentu bisa dimanfaatkan dengan baik dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 6
