KUDUS, Liputan7.Net – Persiku Kudus masih menunggu keputusan Liga Indonesia Baru (LIB) terkait pertandingan menghadapi PSIS Semarang yang tidak dapat digelar karena persoalan izin keamanan.
Selain status pertandingan, manajemen Persiku juga belum mengetahui apakah akan ada sanksi akibat laga tersebut tidak terlaksana.
Manajer Persiku Kudus, Miftah, mengatakan pertemuan yang membahas persoalan laga tersebut telah dilakukan bersama pihak PSIS Semarang dan perangkat pertandingan. Namun, belum ada keputusan mengenai status pertandingan maupun kemungkinan sanksi yang akan diberikan.
“Kami sama-sama menunggu dari pihak PSIS Semarang. Apakah pertandingan ditunda atau nanti dilaksanakan, kami tunggu keputusan dari LIB,” kata Miftah.
Miftah juga belum dapat memastikan mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan kepada Persiku. Menurutnya, kewenangan untuk menentukan status pertandingan maupun sanksi berada di tangan LIB.
“Saya tidak bisa berandai-andai kalau masalah itu. Semua keputusannya dari LIB,” ujarnya.
Persoalan yang membuat pertandingan tidak dapat digelar berkaitan dengan tidak adanya rekomendasi atau izin keramaian dari kepolisian. Miftah menyebut urusan teknis perizinan pertandingan merupakan ranah panitia pelaksana (panpel).
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam wawancara, Polres Bantul menyebut pengajuan izin pertandingan dilakukan dua hari sebelum jadwal pertandingan atau H-2. Kepolisian kemudian tidak merekomendasikan pertandingan digelar dengan mempertimbangkan potensi kehadiran suporter PSIS dalam jumlah besar serta faktor rivalitas suporter.
Miftah mengatakan dirinya tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengurusan izin karena posisinya sebagai manajer Persiku.
“Kalau masalah perizinan H-2 sebenarnya itu ranah panpel. Saya secara pribadi sebagai manajer Persiku tidak punya ranah ke situ,” jelasnya.
Ia mengatakan persoalan teknis perizinan pertandingan memang menjadi tanggung jawab panpel. Karena itu, manajemen Persiku memilih menunggu keputusan resmi dari LIB sebelum menentukan langkah berikutnya.
Mengenai mekanisme perizinan pada pertandingan sebelumnya, Miftah menyebut prosesnya dilakukan seperti pertandingan pada umumnya. Ia memperkirakan pengajuan izin dilakukan sekitar H-7.
“Kalau kemarin ya seperti biasa, secara umumnya. Lebih detailnya mungkin bisa ditanyakan ke panpel kalau berkaitan dengan perizinan,” ujarnya.
Sementara itu, Miftah tidak banyak berkomentar mengenai pertimbangan keamanan yang berkaitan dengan rivalitas suporter. Ia memilih fokus menunggu keputusan operator kompetisi.
“Kalau rivalitas antara PSIS dengan BCS, kenyataannya memang seperti itu. Tapi untuk ranah tersebut saya tidak bisa komentar banyak. Saya lebih fokus menunggu keputusan LIB,” katanya.
Miftah berharap keputusan mengenai status pertandingan segera disampaikan. Keputusan tersebut nantinya menjadi dasar bagi Persiku untuk menentukan langkah, termasuk jika pertandingan harus dijadwalkan ulang atau terdapat keputusan lain dari LIB.
“Kita tunggu hasil dari LIB Jakarta. Mungkin sore atau malam sudah ada keputusan,” pungkasnya.
Post Views: 20
