0 3 min 14 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Persaingan Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 diprediksi berlangsung ketat. Sejumlah negara dengan kekuatan bulutangkis dunia mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing dalam turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, pada 20–25 Oktober 2026.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menyebut Indonesia menjadi negara dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 109 atlet. Malaysia menyusul dengan 37 atlet, Chinese Taipei 36 atlet, sedangkan China mengirimkan 33 atlet.

Ajang berlevel BWF World Tour Super 100 ini akan diikuti atlet dari 16 negara yang bersaing di lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga memburu poin BWF dengan total hadiah sebesar USD 120.000.

Menurut Yuni, kehadiran 33 atlet China menjadi salah satu hal menarik dalam turnamen tahun ini. Jumlah tersebut dinilai cukup menonjol dibandingkan keikutsertaan China pada sejumlah penyelenggaraan turnamen di kota lain.

“China kalau kita melihat di kota-kota sebelumnya tidak sebanyak ini. Tapi di Kudus mereka mengirimkan 33 atletnya. Bukan unggulan tertinggi, tetapi seperti biasa China selalu menyimpan misterinya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran para pemain dari berbagai negara tersebut akan membuat persaingan semakin menantang bagi wakil Indonesia. Selain China, sejumlah negara lain juga mengirimkan atlet dalam jumlah cukup besar, di antaranya Thailand sebanyak 27 atlet, Jepang 26 atlet, Korea Selatan 19 atlet, India 12 atlet, dan Singapura 10 atlet.

“Kalau dilihat, kompetisinya tajam karena pemain-pemain Asia terbaiknya ada di sini. Ini menjadi tantangan bagi para atlet Indonesia, tetapi saya kira juga menjadi ajang uji coba yang sangat menarik,” kata Yuni.

Meski demikian, jumlah peserta masih berpotensi mengalami perubahan. Panitia dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para manajer tim pada sore hari untuk membahas perkembangan keikutsertaan atlet. Menurut Yuni, masih ada kemungkinan atlet mengundurkan diri dari turnamen dan posisinya digantikan atlet lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari sisi penyelenggaraan, panitia juga menyiapkan pengaturan kapasitas penonton di Djarum Arena 2 Kaliputu. Yuni menjelaskan, arena sebenarnya memungkinkan menampung lebih banyak penonton, tetapi ruang bagi perangkat pertandingan dan kebutuhan operasional tetap harus diperhitungkan.

“Kapasitas penonton kurang lebih 700 orang. Kami tetap harus memberikan ruang untuk perangkat pertandingan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi tingginya antusiasme penonton, panitia menyiapkan fasilitas layar LED di area luar arena. Jika kapasitas di dalam sudah penuh, pertandingan dapat disaksikan melalui tayangan langsung dari arena yang ditampilkan di area luar.

Terkait kesiapan Kudus sebagai tuan rumah turnamen internasional, terdapat sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan, mulai dari kelayakan arena, kebutuhan fasilitas pendukung, hingga ketersediaan akomodasi bagi atlet dan ofisial. Kesiapan berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi berstandar internasional.

Dengan kehadiran atlet dari berbagai negara dan persaingan di lima sektor pertandingan, Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu pusat pembinaan dan penyelenggaraan bulutangkis di Indonesia. (YM/YM)


Post Views: 8

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *