Kudus, Liputan7.Net – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memberikan motivasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tetap optimistis menjalankan usaha di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Dukungan tersebut disampaikan saat dirinya bertemu dengan perwakilan PKL dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor usaha kecil masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani menegaskan bahwa keberadaan PKL memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Menurutnya, sektor informal menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat kecil sehingga perlu mendapat dukungan bersama agar tetap tumbuh dan bertahan.
Ia juga mengajak seluruh pedagang untuk menjaga suasana usaha yang aman, nyaman, dan tertib. Kondisi lingkungan yang kondusif dinilai dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kudus untuk menikmati kuliner dan aktivitas ekonomi lainnya.
“PKL merupakan bagian penting dari sektor informal yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, keamanan dan kondusivitas harus dijaga bersama,” kata Sam’ani saat memberikan arahan kepada para pedagang.
Selain soal keamanan, para PKL juga diminta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembeli. Sam’ani menilai pelayanan yang baik, cita rasa makanan yang terjaga, serta kebersihan tempat usaha menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Menurutnya, aspek higienitas juga tidak boleh diabaikan oleh pedagang makanan dan minuman. Ia mengimbau para PKL menggunakan perlengkapan pendukung seperti celemek, sarung tangan, dan menjaga kebersihan peralatan agar kesehatan konsumen tetap terlindungi.
Tak hanya itu, Sam’ani mengingatkan agar kawasan usaha PKL terbebas dari peredaran minuman keras maupun narkoba. Ia berharap lingkungan usaha yang bersih dan aman dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
“Pesan kami, kawasan usaha PKL harus terbebas dari peredaran narkoba maupun minuman keras agar pengunjung dan wisatawan merasa aman,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus juga berencana mengaktifkan kembali organisasi PKL yang selama ini kurang berjalan optimal. Keberadaan organisasi itu nantinya diharapkan menjadi sarana komunikasi sekaligus penguatan antar pedagang dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Di sisi lain, Pemkab Kudus menyiapkan program pendampingan bagi pelaku usaha melalui Program Sehati. Program tersebut meliputi bantuan legalitas usaha hingga pemeriksaan kesehatan makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.
“Program Sehati mencakup pendampingan legalitas hingga kesehatan makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten,” terang Sam’ani.
Sementara itu, Ketua Forum Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah kepada para pedagang kecil. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi PKL untuk terus bertahan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan.
Ia menyebut kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan mulai berdampak pada keuntungan pedagang. Meski demikian, sebagian besar PKL masih berusaha mempertahankan harga jual sambil menyesuaikan kondisi pasar dan daya beli masyarakat. (AS/YM)
Post Views: 46
