Kudus, Liputan7.Net – Demam Piala Dunia 2026 mulai dirasakan para pelaku usaha perlengkapan olahraga di Kabupaten Kudus. Salah satunya adalah Moeria Jersey Sport yang mencatat peningkatan penjualan jersey tim nasional peserta Piala Dunia, lonjakan pemburu jersey mulai terasa seiring bergulirnya pertandingan negara-negara unggulan di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Pemilik Moeria Jersey Sport, Maulana Mohammad Atsnansyah, mengungkapkan bahwa meroketnya permintaan jersey mulai terasa setelah tim-tim besar seperti Brasil mulai bertanding. Sebelumnya, antusiasme masyarakat belum terlalu tinggi meskipun turnamen sudah resmi dibuka.
“Kalau sebelum pertandingan dimulai memang sudah ada peningkatan, tapi belum terlalu signifikan. Setelah tim besar seperti Brasil bermain, minat masyarakat langsung naik dan penjualan jersey ikut meningkat,” ujarnya saat ditemui di tokonya di Jalan Menara Nomor 35, Rabu (17/6/2026).
Menurut Maulana, fenomena Piala Dunia tahun ini berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Jika pada Piala Dunia terdahulu masyarakat sudah ramai mencari jersey jauh sebelum laga pertama digelar, kali ini peningkatan permintaan justru baru terasa setelah pertandingan berlangsung.
Ia menilai jadwal pertandingan yang berlangsung pada jam kerja turut memengaruhi antusiasme masyarakat. Berbeda dengan Piala Dunia 2022 di Qatar yang banyak digelar pada malam hari, pertandingan tahun ini banyak dimainkan pada pagi hingga siang hari waktu Indonesia.
“Kalau dulu masyarakat sudah menunggu sejak jauh hari. Sekarang justru ramai setelah pertandingan berjalan dan tim-tim besar mulai tampil,” katanya.
Untuk kategori tim nasional, jersey negara-negara unggulan seperti Argentina, Portugal, dan Brasil masih menjadi favorit pembeli. Selain faktor prestasi dan pemain bintang, desain jersey juga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat saat memilih produk.
“Tahun ini yang banyak dicari justru Spanyol dan Jepang. Desain jerseynya dianggap menarik sehingga jadi rebutan di pasaran,” ungkapnya.
Tingginya permintaan membuat harga jersey Piala Dunia mengalami kenaikan. Maulana mengatakan stok barang impor mulai terbatas, sementara permintaan terus meningkat sehingga harga di tingkat distributor ikut terdongkrak.
“Harga naik karena barang mulai langka. Permintaan tinggi, tapi stok di pasaran semakin sedikit,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya berusaha menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini jersey tim nasional peserta Piala Dunia dijual sekitar Rp150 ribuan per potong, masih lebih murah dibandingkan harga yang beredar di sejumlah marketplace.
“Kami sengaja tidak menaikkan harga terlalu tinggi seperti yang banyak dijual di marketplace supaya masyarakat tetap bisa membeli dengan harga yang wajar,” katanya.
Karena harga pasar yang masih fluktuatif, Moeria Jersey Sport untuk sementara menghentikan penjualan melalui marketplace. Penjualan lebih difokuskan melalui toko fisik dan pemesanan langsung melalui WhatsApp.
Menurut Maulana, keputusan tersebut juga untuk menghindari pembelian dalam jumlah besar oleh pedagang yang kemudian menjual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Kalau dijual di marketplace, banyak yang membeli untuk dijual lagi. Jadi sekarang kami prioritaskan pembeli yang datang langsung ke toko,” ujarnya.
Ia menyebut pembeli tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Jepara yang sengaja datang untuk mendapatkan jersey dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain jersey tim nasional peserta Piala Dunia, Moeria Jersey Sport juga menyediakan jersey klub-klub Eropa, jersey lari, jogger, kaus kaki olahraga, hingga berbagai perlengkapan penunjang aktivitas olahraga lainnya. Untuk jersey sepak bola sendiri tersedia dua kategori, yakni grade ori fans dan player issue dengan mayoritas produk impor. (AS/YM)
Post Views: 36
