0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Upaya membangun budaya peduli lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Kudus. Salah satunya melalui aksi kerja bakti massal di Terminal Bakalan Krapyak yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut diikuti Pemerintah Kabupaten Kudus, Laskar Lereng Muria, organisasi masyarakat, pegiat lingkungan, serta sejumlah instansi terkait. Sebanyak 277 peserta turun langsung membersihkan area terminal yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kabupaten Kudus.

Selain Pemerintah Kabupaten Kudus, kegiatan korve tersebut juga diinisiasi oleh Sukun Wartono Group sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas publik. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat itu diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Masalah sampah ini masalah kita semuanya. Tidak hanya di Kabupaten Kudus, tetapi menjadi persoalan di berbagai daerah. Dengan adanya kepedulian dari Laskar Lereng Muria dan teman-teman semua, termasuk organisasi masyarakat dan para pencinta lingkungan, ayo kita turun bareng-bareng membersihkan lingkungan kita, minimal dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Sam’ani juga mengajak Tim Penggerak PKK untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Sampah ini urusan ibu-ibu juga, tetapi bapak-bapak harus ikut mendukung. Terminal ini menjadi tempat kedatangan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Kita ingin mereka pulang dengan kesan yang baik tentang Kabupaten Kudus, salah satunya melalui lingkungan yang bersih,” tambahnya.

Aksi bersih-bersih tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi dan kampanye Gerakan Pilah Sampah yang terus digaungkan di Kabupaten Kudus.

Ketua Laskar Lereng Muria, Agus Riawan, mengatakan Terminal Bakalan Krapyak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu objek vital sekaligus ikon Kabupaten Kudus yang setiap hari menjadi titik kedatangan masyarakat maupun wisatawan.

Jumlah peserta sekitar 277 orang. Kami sengaja menyesuaikan dengan peringatan Hari Jadi Kudus ke-477,” ungkapnya.

Agus menambahkan, Laskar Lereng Muria selama ini konsisten bergerak di bidang pelestarian lingkungan melalui berbagai program, mulai dari aksi bersih-bersih sampah, Program Kali Bersih (Prokasi), penanaman pohon hingga kegiatan konservasi lainnya.

Sementara itu, Koordinator Terminal Bakalan Krapyak, Muhammad Suwolo, mengungkapkan volume sampah di terminal biasanya meningkat saat musim ramai peziarah, terutama menjelang bulan Suro. Pada masa tersebut, jumlah bus yang datang dapat mencapai 20 hingga 25 unit per hari.

Semakin tinggi jumlah pengunjung, tentu sampah yang dihasilkan juga semakin banyak,” katanya.

Ia berharap kegiatan korve bersama yang melibatkan berbagai pihak tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan fasilitas publik.

Alhamdulillah kerja sama korve hari ini berjalan lancar. Harapannya seluruh area terminal semakin bersih dan ke depan kebersihan ini bisa terus terjaga,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 55

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *