KUDUS, ISKNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Upaya tersebut mulai membuahkan hasil, ditandai dengan 48 desa yang kini telah memperoleh tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari keuntungan usaha yang dijalankan BUMDes.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan perkembangan BUMDes di daerahnya terus menunjukkan tren positif. Dari total 123 BUMDes yang ada, sebanyak 121 unit telah mengantongi badan hukum sebagai landasan untuk menjalankan usahanya secara profesional.
Menurut Famny, puluhan BUMDes tersebut kini telah mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kas desa. Dari seluruh BUMDes yang telah menghasilkan PADes, Desa Rahtawu menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp515.991.600.
“Sudah ada 48 BUMDes yang menyumbang PADes. Yang tertinggi berasal dari BUMDes Desa Rahtawu sebesar Rp515.991.600,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyertaan modal dari pemerintah desa mampu dikelola secara produktif. Dana yang sebelumnya dialokasikan sebagai modal usaha kini dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan yang kembali dirasakan oleh pemerintah desa.
“Artinya, modal yang diberikan tidak berhenti sebagai biaya operasional semata, tetapi mampu berputar dan menjadi sumber pendapatan desa,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan BUMDes, Dinas PMD Kudus juga menggandeng tim Lokadata BUMDes dalam memberikan pendampingan. Saat ini terdapat 12 BUMDes yang memperoleh pembinaan secara intensif guna memperkuat tata kelola dan pengembangan usahanya.
Meski demikian, pembinaan tidak hanya difokuskan pada desa yang masuk program pendampingan khusus. Dinas PMD tetap memberikan bimbingan secara bertahap kepada BUMDes lain agar mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki masing-masing desa.
Famny mencontohkan BUMDes Desa Wonosoco sebagai salah satu yang berhasil mengembangkan sektor wisata desa. Bahkan, kegiatan wisata yang digelar BUMDes Wonorekso disebut telah berkembang menjadi agenda berskala nasional yang berbasis potensi desa.
Selain itu, Desa Japan juga dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor wisata alam melalui BUMDes. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui penguatan BUMDes, Pemkab Kudus berharap setiap desa mampu mengoptimalkan potensi lokalnya menjadi unit usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat di masa mendatang. (AS/YM)
Post Views: 60
