KUDUS, Liputan7.Net – Sebanyak 50 guru sekolah dasar di Kabupaten Kudus dibekali kemampuan dasar untuk mengenali gangguan penglihatan pada anak. Pelatihan ini diharapkan membuat guru mampu menjadi garda awal deteksi masalah mata yang dapat mengganggu proses belajar siswa.
Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi Guru SD tersebut digelar Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi bersama Rotary Club Semarang Kunthi serta RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis (13/8/2026). Pesertanya merupakan guru SD dari wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Gangguan penglihatan pada anak kerap tidak disadari karena mereka belum mampu menyampaikan keluhan secara jelas. Padahal, kondisi tersebut bisa berdampak pada aktivitas pembelajaran, seperti kesulitan membaca, tidak dapat melihat tulisan di papan tulis, menurunnya konsentrasi hingga berpengaruh terhadap prestasi akademik.
Karena itu, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk melakukan deteksi awal. Guru yang berinteraksi dengan anak setiap hari dinilai memiliki peluang untuk mengenali perubahan perilaku belajar yang dapat menjadi tanda adanya gangguan penglihatan.
Dalam pelatihan tersebut, guru dibekali pengetahuan mengenai kesehatan mata anak, anatomi dan fungsi dasar mata, serta sejumlah gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropia dan astigmatisma.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai tanda-tanda anak mengalami gangguan penglihatan, metode dasar pemeriksaan ketajaman penglihatan menggunakan kartu Snellen, hingga mekanisme rujukan kepada tenaga kesehatan.
Pelatihan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dokter maupun tenaga kesehatan. Guru diposisikan sebagai mitra strategis untuk mengenali gejala awal sehingga anak dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih cepat.
Dukungan RS Mardi Rahayu Kudus menjadi bagian dari kolaborasi pelayanan kesehatan tersebut. Rumah sakit turut mendukung kegiatan melalui pendidikan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat, bersama Rotary, sekolah, tenaga kesehatan serta pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu melakukan skrining dasar ketajaman penglihatan, mengenali lebih awal tanda gangguan penglihatan pada siswa serta mendorong proses rujukan yang cepat dan tepat kepada tenaga kesehatan.
Rotary Club berharap pelatihan tersebut dapat menjadi awal gerakan bersama untuk memperluas akses deteksi dini gangguan penglihatan anak, tidak hanya di Kabupaten Kudus tetapi juga di wilayah lainnya. Dengan deteksi lebih awal, anak diharapkan mendapat kesempatan penanganan yang tepat sehingga dapat belajar secara optimal. (YM/YM)
Post Views: 31
