0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Puncak rangkaian santunan 10 ribu anak yatim yang digelar PT Sukun Wartono Indonesia resmi berlangsung di Kabupaten Kudus. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan dalam acara yang diselenggarakan di GOR Sukun Sport Center, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup dari program santunan yang menjangkau sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, perusahaan telah menyambangi Blora, Rembang, Pati, Jepara, Grobogan, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Demak, dan ditutup di Kudus. Di setiap daerah, sebanyak 1.000 anak yatim mendapatkan bantuan serupa.

Suasana haru dan bahagia menyelimuti jalannya acara. Anak-anak yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir. Selain menerima santunan, mereka juga mendapatkan motivasi agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan.

Direktur Utama PT Sukun Wartono Indonesia, H. Yusuf Wartono, menyampaikan bahwa program santunan ini telah memasuki penyelenggaraan ke-9 sejak pertama kali dilaksanakan. Ia menjelaskan, pada awalnya kegiatan tersebut hanya mencakup lima daerah, namun kini berkembang menjadi sepuluh kabupaten/kota melalui kantor perwakilan Pati dan Semarang.

Menurut Yusuf, kegiatan sosial ini terinspirasi dari pesan pendiri perusahaan yang selalu menanamkan filosofi “Urip iku Urup”, yang berarti hidup harus memberi manfaat bagi sesama. Pesan tersebut, lanjutnya, selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

“Apa yang kami lakukan hari ini merupakan wujud menjalankan pesan orang tua kami. Perusahaan harus tetap hidup agar bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan dorongan semangat kepada anak-anak yatim agar tidak merasa rendah diri dan terus menuntut ilmu. Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar dalam sejarah Islam yang juga tumbuh sebagai anak yatim, seperti Nabi Muhammad SAW, Imam Syafii, Imam Hambali, dan Imam Bukhari.

“Jangan pernah berkecil hati. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jangan tinggalkan salat. Dengan ilmu, kalian bisa mengubah dunia. Dengan salat, ilmu itu akan dijaga agar membawa kebaikan,” pesannya.

Yusuf turut menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Ia memohon doa agar PT Sukun semakin berkembang dan dapat memperluas manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengapresiasi kepedulian PT Sukun terhadap anak-anak yatim. Menurutnya, menyantuni anak yatim merupakan amalan mulia yang diajarkan dalam Al-Quran dan memiliki nilai sosial yang besar.

“Ini kegiatan yang sangat membanggakan. Kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya bentuk empati sosial, tetapi juga perintah agama yang harus kita jalankan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kudus menilai program tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam membantu meringankan beban keluarga serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting. Dukungan kepada anak yatim juga diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Sukun Wartono Indonesia. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 15



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *