0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Tradisi Golok-Golok Mentok kembali mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Selasa (25/8/2026). Kirab yang digelar bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan Maulid Nabi di Masjid Al Mubarok Demaan.

Mengusung tema Merawat Tradisi di Era Globalisasi, kegiatan ini menjadi upaya masyarakat setempat untuk mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda. Tradisi tersebut dinilai perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Ketua panitia sekaligus takmir Masjid Al Mubarok Demaan, Ubaidillah Andoko, mengatakan Golok-Golok Mentok merupakan salah satu tradisi masyarakat Kudus yang telah lama melekat dalam peringatan Maulid Nabi.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan budaya modern membuat sebagian anak muda mulai tidak mengenal tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Karena itu, pelaksanaan kirab diharapkan menjadi sarana untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah.

“Anak-anak remaja sekarang banyak yang tidak mengenal tradisi yang dulu ada. Di era globalisasi ini kami mencoba mengangkat kembali warisan nenek moyang, khususnya tradisi yang berkaitan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kudus,” ujar Ubaidillah saat diwawancarai, Selasa (25/8/2026).

Ia menjelaskan, Golok-Golok Mentok memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat setempat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Maulid Nabi di Kudus.

Dahulu, Golok-Golok Mentok umumnya berisi ketan dan berbagai makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat. Namun, isi tersebut kini mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan zaman dan kondisi masyarakat.

Beragam jajanan kekinian turut digunakan sebagai isi Golok-Golok Mentok. Meski mengalami perubahan bentuk maupun isi, nilai tradisi yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan.

Kirab tahun ini berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 600 peserta. Mereka berasal dari sejumlah masjid di Desa Demaan, lembaga pendidikan seperti SMK Taman Siswa, pondok pesantren, serta masyarakat sekitar.

Ubaidillah menuturkan, rangkaian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Mubarok telah dimulai sejak 1 Rabiul Awal. Selama 12 hari, masyarakat mengikuti pembacaan Maulid Al Barzanji setiap malam selepas salat Isya.

Memasuki pagi 12 Rabiul Awal, kegiatan dilanjutkan dengan Maulid Subuh. Rangkaian acara juga diisi berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak dan ibu-ibu, termasuk lomba praktik salat dan wudu.

Selain menjadi hiburan, lomba tersebut dimanfaatkan sebagai media edukasi keagamaan. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara salat dan wudu yang benar sekaligus mengetahui kesalahan yang perlu diperbaiki.

“Lomba itu selain untuk memeriahkan juga menjadi ajang pembelajaran, misalnya membenarkan atau menjelaskan bagaimana praktik salat yang benar dan yang salah. Sekaligus juga dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI,” jelasnya.

Kirab Golok-Golok Mentok kemudian menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Peserta berjalan dari Masjid Al Mubarok menuju Jalan Sunan Kudus, kemudian melintasi kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jalan Masjid, Jalan Veteran, hingga kembali ke Masjid Al Mubarok.

Setelah seluruh peserta tiba di masjid, kegiatan dilanjutkan dengan mahalul qiyam. Golok-Golok Mentok kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir untuk selanjutnya dinikmati bersama.

Menurut Ubaidillah, tradisi berbagi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pelaksanaan Golok-Golok Mentok. Masyarakat tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan kirab, tetapi juga menikmati kebersamaan dalam suasana peringatan Maulid Nabi.

Ia berharap keberadaan tradisi Golok-Golok Mentok dapat terus dipertahankan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar mereka memahami bahwa Kudus memiliki kekayaan tradisi yang perlu dijaga.

“Semangatnya agar anak-anak muda tidak lupa bahwa kita punya budaya dan tradisi yang harus dilestarikan,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 8

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *