KUDUS, Liputan7.Net – Edukasi literasi keuangan tak lagi hanya menyasar ruang-ruang formal. Jaringan Perempuan Kudus (JPK) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah mulai menyiapkan gerakan yang menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat desa.
Gerakan tersebut ditandai dengan peluncuran Duta Literasi Keuangan JPK dan program Mutiara Desa di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (31/8/2026).
Melalui program Mutiara Desa, JPK bersama OJK Jawa Tengah menargetkan edukasi literasi keuangan menjangkau 132 desa di Kabupaten Kudus. Duta Literasi Keuangan yang baru diluncurkan diharapkan menjadi salah satu ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
Ketua Jaringan Perempuan Kudus, Dewi Nafisa Prabawati, mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan secara bijak.
“Target kami ada di 132 desa. Kami ingin masyarakat semakin teredukasi mengenai literasi keuangan,” kata Dewi.
Menurutnya, program Mutiara Desa akan dikemas melalui kegiatan rutin berbasis majelis taklim. Forum tersebut nantinya tidak hanya digunakan sebagai tempat menyampaikan materi literasi keuangan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampung aspirasi masyarakat desa.
Sasaran program juga cukup luas. Tidak hanya perempuan, edukasi akan menyentuh masyarakat secara umum, termasuk tokoh masyarakat, ketua organisasi, hingga pengurus majelis taklim.
“Kami ingin tokoh-tokoh masyarakat juga ikut memahami dan kemudian meneruskan edukasi ini kepada warga,” ujarnya.
Dewi mengatakan penguatan literasi keuangan penting dilakukan karena masih terdapat masyarakat yang rentan menghadapi persoalan keuangan. Salah satunya akibat berbagai tawaran pinjaman yang justru dapat merugikan masyarakat.
Perempuan, lanjutnya, menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Sebab, perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan keluarga sekaligus dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing.
“Masih ada masyarakat yang menjadi korban. Karena itu kami ingin bersama-sama melakukan pencegahan melalui edukasi,” jelasnya.
JPK Kudus berencana memulai program Mutiara Desa dari Kecamatan Undaan pada pekan depan. Dari wilayah tersebut, program akan dikembangkan secara bertahap menuju desa-desa lainnya di Kabupaten Kudus.
Selain peluncuran Duta Literasi Keuangan dan Mutiara Desa, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan seminar literasi keuangan serta santunan kepada 132 anak yatim.
Kegiatan sosial tersebut mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Dua kegiatan ini kami gabungkan agar nilai manfaatnya lebih besar bagi masyarakat,” kata Dewi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi kolaborasi JPK Kudus, OJK Jawa Tengah, Baznas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Bellinda, literasi keuangan merupakan bekal penting bagi masyarakat agar mampu mengelola keuangan secara bijak sekaligus mengambil keputusan yang tepat.
“Kegiatan ini merupakan langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya.
Bellinda juga menyambut baik konsep Mutiara Desa yang menggunakan majelis taklim sebagai salah satu basis pelaksanaan program.
Menurutnya, majelis taklim dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk menumbuhkan gotong royong, keimanan, akhlak, toleransi, sekaligus kepedulian sosial.
Pemkab Kudus mendorong agar program tersebut nantinya tidak berhenti pada penyampaian materi literasi keuangan, tetapi diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Di antaranya kelas pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi pelaku UMKM perempuan, serta diskusi mengenai kebiasaan menabung, pengelolaan utang dan perencanaan masa depan.
Masyarakat juga diharapkan mendapatkan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Hal tersebut penting agar warga mampu mengenali potensi penipuan maupun berbagai tawaran keuangan yang mencurigakan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat pengetahuan serta kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di Kudus,” kata Bellinda.
Kehadiran Duta Literasi Keuangan JPK pun diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi tersebut. Para duta diminta tidak hanya menjadi simbol peluncuran, tetapi benar-benar berperan dalam membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan.
Bellinda berpesan agar para Duta Literasi Keuangan menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Bantu masyarakat agar semakin cerdas dalam mengambil keputusan keuangan,” pesannya.
Dengan kolaborasi JPK dan OJK Jawa Tengah tersebut, program Mutiara Desa diharapkan menjadi gerakan literasi keuangan yang mampu menjangkau masyarakat dari tingkat kabupaten hingga pelosok desa di Kudus. (YM/YM)
Post Views: 33
