KUDUS, Liputan7.Net – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal memamerkan sekaligus memasarkan produknya pada hari pertama Kudus Expo 2026 di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (18-20/9/2026). Sebanyak sekitar 50 stan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang terbuka untuk masyarakat tersebut.
Ketua Dekranasda Kudus Endhah Endhayani Samani Intakoris mengatakan, Kudus Expo menjadi salah satu wadah untuk membantu pelaku UMKM, khususnya usaha yang masih dalam tahap rintisan, agar memiliki kesempatan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, sejumlah UMKM rintisan yang mengikuti expo telah lebih dulu mendapatkan pelatihan. Setelah mengikuti pembekalan tersebut, para pelaku usaha kemudian diberikan fasilitas untuk memasarkan produk melalui kegiatan expo.
“Terutama UMKM rintisan-rintisan ya, jadi kemarin ada pelatihan juga. Setelah pelatihan, baru kita bantu untuk kita pasarkan melalui expo,” kata Endhah saat ditemui di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Jumat (18/9/2026) malam.
Dari total stan yang tersedia, sebanyak 45 stan merupakan stan yang mendapat dukungan dari Bank Jateng. Selain itu, terdapat stan mandiri yang diisi oleh Komunitas Fashion Kabupaten Kudus (KFK).
Berbagai jenis produk ditawarkan dalam pameran tersebut. Pengunjung dapat menemukan produk kuliner, kerajinan, fashion, hingga sejumlah brand lokal yang ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pengenalan produk mereka.
Tidak hanya menawarkan produk, para peserta expo juga memberikan berbagai promo dan potongan harga kepada pengunjung. Masyarakat pun diajak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal.
“Ini lumayan, ada brand-brand. Hari ini ada diskon-diskon. Ayo masyarakat Kabupaten Kudus datang. Mumpung harga diskon itu yang dicari para ibu, jadi bawa uang yang banyak,” ujar Endhah.
Ia berharap masyarakat turut meramaikan Kudus Expo dengan mendatangi stan-stan UMKM dan membeli produk yang ditawarkan. Dukungan tersebut dinilai dapat membantu memperluas pasar bagi produk usaha lokal.
“Monggo, masyarakat Kudus untuk hadir, untuk nglarisi, untuk meramaikan UMKM yang di Alun-Alun Simpang 7,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Sabtu (19/9/2026) melalui agenda Kudus Fashion on the Street. Kegiatan fashion tersebut akan melibatkan sekitar 35 hingga 40 brand lokal dari Kabupaten Kudus.
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus juga dijadwalkan ikut menjadi model dalam kegiatan tersebut. Mereka akan memperagakan busana yang diproduksi oleh brand-brand lokal yang berpartisipasi.
“Besok (Sabtu) kan ada Fashion on the Street, nanti kita menggandeng ada 35 sampai 40 brand yang nanti kita pegang. Dan model-modelnya adalah para pejabat di Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Endhah turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM, terutama pelaku usaha yang baru merintis.
Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan secara berkelanjutan. Selain mendapatkan pelatihan, pelaku usaha juga perlu diberikan ruang pemasaran agar produknya semakin dikenal dan memiliki kesempatan menjangkau konsumen lebih luas.
“Harapannya ini karena salah satu misi dari kami yang sekarang menggelar UMKM adalah di bawah naungan Dekranasda. Karena dari Pemkab sendiri mengatakan bahwa yuk mari bareng-bareng untuk UMKM ini kita up terus,” tandasnya. (AS/YM)
Post Views: 4
