0 3 min 6 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Pekan Raya Kudus 2026 resmi dibuka dan menjadi ruang promosi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus. Gelaran tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus menjadi etalase untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal.

Pembukaan Pekan Raya Kudus 2026 ditandai dengan pembacaan pernyataan resmi Wakil Bupati Kudus Bellinda Sabrina Birton oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Pernyataan tersebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan yang menjadi salah satu sarana promosi produk lokal Kudus.

Dalam sambutannya, Bellinda mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pekan Raya Kudus 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM dan masyarakat untuk mengenalkan produk serta kreativitas daerah.

“Pekan Raya Kudus menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat untuk mengenalkan berbagai potensi dan kreativitas lokal Kabupaten Kudus,” ujar Bellinda.

Ia menyampaikan bahwa kekuatan Kudus tidak hanya bertumpu pada industri kretek, wisata religi, budaya, kuliner, maupun wisata alam. Di balik potensi tersebut, terdapat banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang terus berkembang serta berkontribusi terhadap aktivitas perekonomian daerah.

Menurut Bellinda, keberadaan ajang promosi seperti Pekan Raya Kudus diperlukan untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Selain memperluas pasar, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang terjadinya peningkatan transaksi.

Pemkab Kudus, lanjut Bellinda, terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, pedagang kaki lima, serta berbagai bidang usaha yang dijalankan masyarakat.

“Harapannya, Pekan Raya Kudus dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Masyarakat juga diajak berperan aktif selama kegiatan berlangsung. Kehadiran warga diharapkan tidak sebatas memeriahkan pameran, tetapi juga diwujudkan dengan membeli dan menggunakan produk UMKM lokal yang ditawarkan para peserta.

Sementara itu, para pelaku usaha diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Tampilan produk dan kualitas pelayanan kepada konsumen juga menjadi hal yang perlu diperhatikan selama pameran berlangsung.

“Setiap pelanggan dilayani dengan ramah agar pengalaman berbelanja semakin berkesan,” tuturnya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, penyelenggaraan Pekan Raya Kudus 2026 juga disertai imbauan agar seluruh pihak menjaga kebersihan dan ketertiban di lokasi kegiatan.

Bellinda meminta pengunjung maupun peserta tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga kondisi lingkungan selama gelaran berlangsung.

“Jangan meninggalkan sampah di sembarang tempat. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kudus tidak hanya bangga terhadap produk dan potensi daerahnya, tetapi juga peduli terhadap ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan,” pesannya.

Melalui Pekan Raya Kudus 2026, pemerintah berharap pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memperoleh ruang yang lebih luas untuk memasarkan produknya. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tengah masyarakat. (AS/YM)


Post Views: 6

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *