KUDUS, Liputan7.Net – Sebanyak 182 pelajar dari 91 sekolah tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Kudus resmi dikukuhkan sebagai ketua dan wakil ketua OSIS. Mereka merupakan hasil Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) yang dilaksanakan secara serentak di masing-masing sekolah.
Pengukuhan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Tingkat SLTA Sederajat se-Kabupaten Kudus tersebut digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (30/9/2026).
Ratusan pelajar tersebut mengikuti prosesi pengukuhan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono, yang hadir mewakili Bupati Kudus. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, Ketua MKKS SMA, SMK dan MA, perwakilan PT Pura Barutama, kepala sekolah, guru serta para siswa terpilih.
Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan pengukuhan tersebut merupakan bentuk apresiasi KPU bersama Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap pelaksanaan Pilketos serentak yang melibatkan 91 sekolah tingkat SLTA sederajat.
“Ini sebuah bentuk apresiasi, penghargaan, karena proses pelaksanaan Pilketos ini kerja bareng antara KPU dan Pemerintah Daerah,” kata Ahmad Amir Faisol.
Menurutnya, pelaksanaan Pilketos serentak tidak sekadar memilih ketua dan wakil ketua OSIS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan demokrasi bagi para pelajar melalui pengalaman langsung dalam proses pemilihan pemimpin.
Faisol menyebut sebagian besar pelajar yang mengikuti Pilketos akan segera memasuki usia sebagai pemilih pemula. Karena itu, pengalaman mengikuti proses pemilihan di sekolah diharapkan menjadi bekal ketika mereka menggunakan hak pilih dalam pemilu maupun pilkada.
“Edukasi demokrasinya kami harapkan masuk. Indeks partisipasinya, karena usia-usia teman-teman kita yang di sekolah itu sebentar lagi akan menjadi pemilih pemula semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, para pelajar nantinya akan menghadapi sejumlah tahapan demokrasi. Pengalaman mengikuti Pilketos diharapkan memberikan pemahaman awal mengenai proses memilih, menentukan pilihan, serta menerima hasil pemilihan.
“Pengalaman berharga yang mereka dapatkan di proses yang itu untuk bekal di pemilu dan pilkada yang akan datang sebagai pemilih pemula bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kudus Eko Djumartono mengatakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dapat menjadi miniatur demokrasi di lingkungan sekolah. Para pelajar dinilai perlu mendapatkan pengalaman berdemokrasi sejak dini sebelum nantinya menjadi pemilih pemula.
“Mulai belajar demokrasi sejak usia dini. Mereka itu pemilih pemula yang nantinya diharapkan menjadi agen perubahan,” katanya.
Eko berharap para ketua dan wakil ketua OSIS yang telah terpilih dapat menjalankan visi dan misi yang sebelumnya disampaikan kepada para pemilih. Kepemimpinan tersebut juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan sekolah, tetapi turut membangun kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Ia mendorong para pengurus OSIS menggelar kegiatan positif seperti bakti sosial serta ikut menciptakan iklim demokrasi yang baik di sekolah maupun lingkungan sekitarnya.
“Kalau ada hal-hal di luar sistem demokrasi yang sudah dilaksanakan untuk bisa ditolak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Amir Faisol juga berpesan kepada para ketua dan wakil ketua OSIS terpilih agar mampu menjadi teladan bagi rekan-rekannya. Kepemimpinan harus dijalankan dengan menjunjung kejujuran, keteguhan hati dan kearifan.
“Jadikanlah mereka teladan bagi rekan-rekan sejawatnya—pemimpin yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan berwawasan luas demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Selain pengukuhan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah dan piagam penghargaan Lomba Foto Selfie. Juara pertama diraih Shofiyya Azka Maritza Al Ghiffary dari SMKN 1 Kudus, juara kedua Isnaeni Chumaida Muji dari SMAN 1 Kudus, dan juara ketiga Dinda Zahro El Fadia dari SMAN 1 Gebog Kudus.
Pengukuhan 182 ketua dan wakil ketua OSIS tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik demokrasi kepada pelajar sekaligus menyiapkan generasi muda yang memahami proses kepemimpinan dan partisipasi dalam kehidupan demokrasi. (YM/YM)
Post Views: 8
