Kudus, Liputan7.Net – RSI Sunan Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Refreshing Ilmu Pelayanan Antenatal Care (ANC) dan USG bagi Dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan tema “Optimalisasi Pelayanan ANC Terpadu dan Peningkatan Kompetensi USG Obstetri,” Sabtu (03/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran dokter di FKTP sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer, terutama dalam melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
“Kolaborasi lintas layanan dan peningkatan kompetensi klinis di FKTP merupakan kunci utama. Melalui kegiatan refreshing ilmu ini, kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan standar pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu yang berkualitas, termasuk pemanfaatan USG secara tepat untuk mendukung deteksi dini,” ujar dr. Ahmad Syaifuddin di hadapan para peserta.
Hadir sebagai narasumber utama, dr. Muhammad Luthfiyanto, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSI Sunan Kudus. Dalam pemaparannya, dr. Luthfi menyampaikan materi mengenai standar pelayanan pemeriksaan kehamilan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 Tahun 2021.
Selain mendapatkan pembekalan teori, para peserta yang terdiri atas dokter umum dari FKTP juga memperoleh bimbingan teknis dan kesempatan melakukan praktik langsung (hands-on) penggunaan USG obstetri dasar.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanda-tanda bahaya pada kehamilan, skrining dini preeklampsia, deteksi diabetes gestasional, hingga penguatan tata laksana rujukan yang terencana, cepat, dan tepat.
Melalui kegiatan tersebut, RSI Sunan Kudus berharap sinergi antara rumah sakit rujukan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama semakin kuat. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus.
Kegiatan refreshing ilmu ini menjadi bagian dari upaya RSI Sunan Kudus dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan di tingkat pelayanan primer serta membangun jejaring rujukan yang efektif demi terwujudnya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. (*)
Post Views: 2
