0 4 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Kejuaraan antar perguruan Tapak Suci tingkat nasional bertajuk UMKU Silat Star VI untuk pelajar dan mahasiswa resmi dimulai.

Ajang yang diikuti 730 pesilat dari 11 provinsi tersebut berlangsung di Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Kamis (15/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026).

Turnamen bela diri ini merupakan kolaborasi UMKU dengan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, khususnya wilayah Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-28 UMKU tahun 2026 dan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031, Drs. H. M. Afnan Hadikusumo, P.Br., secara resmi membuka kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi UMKU yang telah menyelenggarakan kompetisi Tapak Suci hingga tingkat nasional.

Menurut Afnan, atlet Tapak Suci tidak hanya dididik untuk memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi pribadi pemberani yang berlandaskan iman dan akhlak.

“Karena itu, setiap pesilat harus menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Ia berharap, penyelenggaraan UMKU Silat Star VI dapat berjalan lancar dan melahirkan atlet-atlet Tapak Suci berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga UMKU Silat Star VI ini berjalan lancar dan berhasil menghasilkan atlet berkualitas nasional,” tandasnya.

Wakil Rektor III UMKU, Dr. Rizka Himawan, S.Psi., M.Psi., mengatakan UMKU Silat Star VI merupakan salah satu agenda dalam rangkaian Milad ke-28 UMKU.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pimpinan Daerah (Pimda) Tapak Suci yang secara rutin mengirimkan kontingen untuk mengikuti kejuaraan tersebut setiap tahun.

“Kami berharap kerja sama ini berlangsung terus dan semoga acara ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan. Terima kasih atas seluruh partisipasinya,” ungkap Rizka.

Apresiasi juga disampaikan Ketua KONI Kudus, Sulistyanto. Menurutnya, peningkatan skala kejuaraan dari tingkat eks-Karesidenan Pati menjadi tingkat nasional merupakan perkembangan yang patut disyukuri dan dibanggakan.

“Ini merupakan lompatan yang luar biasa, karena bisa menyelenggarakan event nasional dengan jumlah peserta lebih dari 700 atlet. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Sulis.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, baik ketika meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan. Menurutnya, hasil pertandingan merupakan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kemampuan atlet.

“Siapa pun yang menang atau yang kalah, pemenangnya tetap Tapak Suci,” tegasnya.

“Selamat bertanding adik-adik, menang jangan sombong, kalah tetap semangat dan berlatih,” imbuh Sulis.

Dalam kejuaraan ini, sebanyak 730 peserta berasal dari 11 provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

730 pesilat dari 11 provinsi tersebut berlangsung di Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). (Foto: YM/Liputan7.Net)

Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Tapak Suci 157 Kudus, Santoso, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini mengalami peningkatan dari yang sebelumnya diselenggarakan pada tingkat provinsi menjadi kompetisi nasional.

Panitia menyiapkan sekitar 400 kategori pertandingan yang mencakup kelompok usia dini, pra-remaja, remaja, hingga mahasiswa.

“Semula kita hanya mengadakan di tingkat provinsi. Tahun ini kita adakan di tingkat nasional, dengan komitmen dan dukungan pimpinan pusat Tapak Suci,” kata Santoso.

Untuk mendukung kelancaran pertandingan, panitia menyiapkan tiga gelanggang, tim teknologi informasi, serta wasit berkualifikasi nasional.

Peserta juga berkesempatan memperebutkan Piala Bergilir Rektor UMKU, juara pertama hingga ketiga setiap kategori, juara umum, pesilat terbaik, serta uang pembinaan.

Melalui UMKU Silat Star VI, penyelenggara berharap pembinaan pencak silat Tapak Suci semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang menjunjung tinggi iman, akhlak, dan sportivitas. (YM/YM)


Post Views: 16

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *