KUDUS, Liputan7.Net – Anak-anak di Kabupaten Kudus bakal memiliki alternatif ruang belajar di luar kelas yang memadukan unsur permainan, pengenalan lingkungan, dan budaya. Taman Watika Mandapa yang berada di belakang Pendapa Kabupaten Kudus kini memasuki tahap akhir pembangunan dengan progres mencapai 95 persen pada Senin (19/10/2026).
Taman yang direhabilitasi dan dibangun melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang memberikan pengalaman belajar secara menyenangkan bagi anak-anak.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi dukungan PT Djarum melalui Djarum Foundation dalam pembangunan taman tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi.
“Taman ini direhabilitasi dan dibangun 100 persen melalui Djarum Foundation. Semoga setelah selesai, taman ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Sam’ani menjelaskan, pemanfaatan Taman Watika Mandapa pada tahap awal akan diprioritaskan untuk kegiatan edukasi anak-anak, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Sementara itu, rencana pembukaan taman bagi masyarakat umum masih akan dikaji lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Kudus ingin memastikan pemanfaatan fasilitas tersebut berjalan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat optimal bagi pengunjung.
“Kita ingin masyarakat bisa merasakan suasana taman belakang pendapa Kabupaten Kudus. Saya sudah berkomitmen bahwa Pemkab Kudus milik rakyat,” tegasnya.
Dari sisi konsep, Taman Watika Mandapa dirancang tidak sekadar menjadi tempat bermain, tetapi juga menghadirkan unsur pembelajaran melalui berbagai fasilitas dan ornamen edukatif. Anak-anak diharapkan dapat mengenal lingkungan sekitar sekaligus memperoleh pengetahuan baru melalui aktivitas di ruang terbuka.
Salah satu unsur yang dihadirkan ialah pengenalan budaya, termasuk bahasa Sanskerta yang menjadi bagian dari konsep penamaan taman. Selain itu, terdapat ornamen dan sarana pengenalan satwa untuk menambah pengalaman belajar anak di luar lingkungan sekolah.
Bupati menegaskan, pemanfaatan fasilitas taman tersebut nantinya tidak dipungut biaya. Pengunjung juga diperbolehkan membawa makanan sendiri sehingga dapat menikmati suasana taman bersama keluarga.
Meski demikian, Sam’ani mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas yang tersedia. Pengunjung diminta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan taman.
“Boleh makan di sini, tetapi jangan lupa sampahnya dibawa dan jangan mengotori taman,” pesannya.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 95 persen, Taman Watika Mandapa diharapkan segera siap dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan rekreasi yang ramah anak. Kehadirannya sekaligus menambah pilihan ruang publik di lingkungan Pendapa Kabupaten Kudus yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran di luar kelas. (YM/YM)
Post Views: 41
