Kudus, Liputan7.Net – Tahapan tes wawancara dalam rangka Pemilihan Duta Wisata Kudus 2025 berlangsung di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Selasa (29/4/2025). Para peserta tampil penuh semangat, menyampaikan visi mereka untuk ikut memajukan budaya dan pariwisata daerah.
Salah satu peserta, Zahwa Salsabila (17), siswi SMK PGRI 1 Kudus asal Desa Kalirejo, Undaan, mengungkapkan keinginannya untuk menjadi role model generasi muda di Kudus. Ia prihatin melihat minimnya kecintaan anak muda terhadap budaya lokal.
“Masih banyak generasi muda di Kudus yang kurang mengenal budayanya sendiri. Saya ingin mengajak mereka untuk lebih peduli dan mengenal lebih dekat, termasuk dengan menjelajahi desa-desa wisata yang ada di Kudus,” ujar Zahwa.
Melalui project bertajuk “Kecantikan Lokal, Daya Tarik Global”, Zahwa berencana mengadakan workshop make up yang tetap mempertahankan karakter khas kecantikan lokal Indonesia. Menurutnya, banyak anak muda tergoda untuk mengubah bentuk wajah demi tren, sehingga melupakan keunikan alami yang mereka miliki.
“Saya ingin memperkenalkan konsep kecantikan yang menghargai bentuk alami wajah dan warna kulit khas Indonesia, seperti kulit sawo matang dan langsat. Dengan begitu, generasi muda tetap bisa tampil percaya diri tanpa kehilangan identitas budaya,” tambahnya.
Sementara itu, M. Khusnul Faza (17), alumni MA NU TBS Kudus asal Desa Karangbener, juga menunjukkan komitmen kuat dalam mempromosikan pariwisata lokal.
“Saya ingin generasi muda turut mempromosikan potensi wisata dan budaya Kudus. Salah satunya melalui Rahtawu, yang menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya,” ujar Faza, yang optimistis bisa melaju ke babak final.
Plt Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus, M. Aflah, menjelaskan bahwa tahapan seleksi administrasi telah diumumkan pada 25 April, dilanjutkan dengan tes tertulis dan wawancara pada 28-29 April. Para grand finalis akan diumumkan pada 1 Mei 2025.
“Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda berusia 17–24 tahun untuk menunjukkan semangat dan komitmen mereka dalam memperkenalkan potensi wisata daerah. Kami berharap duta wisata terpilih nantinya bisa menjadi ikon promosi Kudus ke tingkat yang lebih luas,” jelas Aflah.
Ia menambahkan, selain prestasi, jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan komitmen memajukan pariwisata menjadi aspek penting dalam penilaian peserta tahun ini. (AS/YM)
