Kudus, Liputan7.Net – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog bersama organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Kudus yang digelar dalam suasana Ramadan.
Dalam sambutannya, Sam’ani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai organisasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi intelektual yang mampu memberikan gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Mahasiswa harus semakin berprestasi dan aktif memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai forum dialog seperti ini menjadi ruang yang baik untuk bertukar ide, menyampaikan masukan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan kalangan akademisi dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani turut mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan selama bulan Ramadan serta memperkuat sikap saling menghormati antarumat beragama.
Selain itu, ia juga memperkenalkan sejumlah kebijakan budaya yang sedang digalakkan di Kabupaten Kudus, seperti program Kamis Sarungan, yakni ajakan kepada masyarakat untuk mengenakan sarung setiap hari Kamis. Selain itu, setiap tanggal 23 masyarakat juga didorong mengenakan pakaian adat Kudus sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
“Ini sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kudus,” jelasnya.
Sam’ani juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal, salah satunya adanya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp538 miliar pada tahun 2026.
Kondisi tersebut membuat seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus melakukan efisiensi anggaran.
Meski demikian, ia memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan dengan fokus pada enam misi utama daerah, di antaranya penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kesehatan masyarakat, pendidikan berkarakter, serta pelayanan publik yang profesional.
Dari sisi indikator pembangunan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus saat ini tercatat sekitar 2,79 persen. Sementara angka kemiskinan mengalami penurunan dari 7,23 persen menjadi sekitar 6,5 persen.
“Kami terus berupaya agar pembangunan di Kudus tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Andrias Wahyu Setiawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat, sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendukung pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan forum komunikasi yang interaktif antara pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pemberdayaan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan peran organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan.
Menurutnya, berbagai organisasi masyarakat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi warga sekaligus ikut berkontribusi dalam berbagai program pembangunan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini terbangun kemitraan yang strategis dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan berbagai organisasi masyarakat, serta tercipta ruang dialog yang sehat dan konstruktif,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya gerakan bersama dalam pelestarian lingkungan, seperti pengelolaan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko bencana di masyarakat.
Tidak hanya itu, sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat juga diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang produktif, inovatif, unggul, serta berkarakter dalam mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan organisasi masyarakat, di antaranya HMI, PMII, IMM, GMNI, BEM UMK, BEM UIN Sunan Kudus, BEM UMKU, serta BEM ITEKES Cendekia Utama.
Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bupati Kudus yang menyampaikan materi tentang peran berbagai elemen masyarakat sebagai mitra strategis dalam membangun dialog konstruktif untuk kebijakan publik yang inklusif. Selain itu, Wakil Bupati Kudus juga memaparkan materi terkait kolaborasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. (YM/YM)
Post Views: 6
