0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menggagas pemanfaatan saluran irigasi Kedung Gupit di depan Kantor Dinas Pertanian Pangan dan PDAM Kudus, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, menjadi kawasan multifungsi untuk memancing, terapi kesehatan, hingga ruang santai masyarakat.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Kudus menebar sekitar 15 ribu benih ikan nila di saluran irigasi tersebut, Kamis (9/4/2026), sebagai uji coba pengembangan kawasan berbasis lingkungan dan rekreasi warga.

“Daripada nganggur, salurannya kita tata dan kita tebar benih ikan nila. Harapannya bisa jadi destinasi wisata untuk masyarakat sekitar dan nanti ikannya bisa dimanfaatkan warga,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, lokasi tersebut tidak hanya disiapkan sebagai area pemancingan, tetapi juga ruang terbuka yang memberi manfaat kesehatan dan hiburan bagi masyarakat.

“Cuacanya enak, di bawah pohon, nanti orang bisa duduk santai lihat ikan, bahkan terapi kaki di air juga bisa. Ini jadi hiburan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan,” katanya.

Sam’ani menambahkan, kawasan tersebut juga berpotensi ditata lebih lanjut dengan penambahan taman serta ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan secara tertib dan non permanen.

“Nanti kalau berkembang bagus, taman akan kita tata. UMKM bisa masuk supaya kawasan ini lebih hidup, tapi tetap harus tertib dan tidak permanen,” lanjutnya.

Namun demikian, masyarakat diminta bersabar karena ikan nila yang ditebar belum boleh dipancing dalam waktu dekat. Pemkab memberi waktu sekitar tiga hingga empat bulan agar ikan tumbuh optimal sebelum dibuka untuk umum.

“Untuk sementara belum boleh dipancing. Nanti kalau sudah besar baru kita buka, bahkan bisa kita buat lomba mancing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetyo memastikan pihaknya akan melakukan pemantauan intensif terhadap pertumbuhan ikan, mulai dari kualitas air hingga kesehatan benih yang ditebar.

“Kami cek PH air, kondisi kesehatan ikan, dan pertumbuhannya secara rutin melalui penyuluh serta bidang perikanan agar hasilnya maksimal,” jelas Didik.

Terkait ketersediaan air saat musim kemarau, Pemkab memastikan debit air di saluran irigasi tersebut tetap aman. Dinas PUPR telah menghitung suplai air dari dua jalur aliran Kedung Gupit sehingga tetap cukup menopang budidaya ikan.

Jika uji coba berhasil, Pemkab berencana menambah jumlah benih hingga total 30 ribu ekor agar area pemancingan bisa diperluas dan dinikmati lebih banyak masyarakat.(YM/YM)


Post Views: 14



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *