Kudus, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai membuka proses lelang bongkaran aset di kawasan Stadion Wergu Kudus. Pengumuman lelang dijadwalkan tayang mulai Selasa (26/5/2026) melalui sistem e-katalog dan pelaksanaan lelang akan dilakukan pada 3 Juni 2026 mendatang.
Plt Kabid Pengelolaan Aset Kabupaten Kudus, Marinda Agustina, mengatakan seluruh proses administrasi dan konsultasi teknis terkait lelang sudah selesai dilakukan. Materi lelang juga telah dikirim sehingga tinggal menunggu penayangan resmi.
“Pengumuman lelangnya mulai besok tanggal 26 Mei. Semua proses sudah clear dan materi juga sudah kami kirim, jadi besok tinggal tayang,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, nilai limit lelang bongkaran tersebut mencapai Rp969.345.000 sesuai perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
. Objek yang dilelang meliputi empat bangunan di kawasan stadion, yakni bangunan lampu stadion beserta kelengkapannya, bangunan stadion, tower air, serta sumur dan tandon air.
Menurut Marinda, peserta lelang terbuka bagi perorangan maupun badan usaha seperti CV. Syarat utama peserta hanya diwajibkan memiliki akun resmi lelang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Di aturan itu orang pribadi boleh ikut, badan hukum juga boleh sepanjang sudah memiliki akun lelang,” katanya.
Dalam proses lelang nanti, peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp200 juta sebagai bentuk keseriusan mengikuti lelang. Jika peserta tidak memenangkan lelang, uang jaminan tersebut akan otomatis dikembalikan ke rekening masing-masing.
“Kalau tidak menang, uang jaminannya otomatis kembali ke rekening peserta. Itu seperti uang keseriusan,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga menjadwalkan aanwijzing atau peninjauan lokasi pada 29 Mei dan Adapun, pelaksanaan lelang sendiri bakal digelar pada 3 Juni 2026 melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.
Marinda menyebutkan, pemenang lelang nantinya diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan proses pembongkaran setelah pelunasan dilakukan. Menurutnya, setelah aset resmi terjual maka seluruh pengelolaan teknis pembongkaran menjadi tanggung jawab pemenang lelang.
Ia menilai minat peserta terhadap lelang bongkaran cukup tinggi karena sejumlah material dinilai masih memiliki nilai ekonomis, terutama perangkat lampu stadion dan material bangunan lainnya.
“Kalau melihat pengalaman lelang sebelumnya, nilai penawarannya bisa cukup tinggi karena orang melihat potensi material dan barang yang masih bernilai,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 20
