Regional, Liputan7.Net – Jawa Tengah berhasil menempati posisi kedua nasional dalam capaian produksi padi selama semester pertama tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prognosa produksi padi Jawa Tengah periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 5.674.991 ton gabah kering giling (GKG), berada tepat di bawah Jawa Timur.
Capaian tersebut mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, menilai keberhasilan itu tidak lepas dari program swasembada pangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.
Hal itu disampaikan Frederica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” yang berlangsung di Balai Kartini Grand Ballroom Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, program penguatan sektor pertanian di Jawa Tengah disusun berdasarkan pemetaan potensi daerah, sehingga kebijakan yang diterapkan lebih tepat sasaran. Salah satu fokus utama yang dijalankan adalah pengembangan produksi padi dan jagung guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“Pak Luthfi punya program padi dan jagung yang mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Frederica.
Ia menambahkan, capaian produksi padi Jawa Tengah hingga April 2026 juga tergolong tinggi. Pada Triwulan I 2026, produksi padi telah mencapai 4.696.422 ton atau sekitar 44,48 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton.
OJK, lanjut Frederica, turut mendorong sektor jasa keuangan agar ikut mengambil peran dalam mendukung berbagai program strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi dan sektor pangan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga produktivitas pertanian sepanjang tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan target swasembada pangan dapat tercapai.
Ia mengungkapkan, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, organisasi perangkat daerah terkait telah diminta memastikan ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian tetap aman.
“Keberhasilan program swasembada pangan secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, yang berkontribusi pula pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ahmad Luthfi.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,89 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61 persen. (AS/YM)
Post Views: 8
