0 3 min 56 minutes

KUDUS, Liputan7.Net – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan pengadaan ribuan alat diagnostik untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di seluruh Indonesia. Sebanyak 5.600 unit alat Near Point-of-Care (NPOC) telah dipesan dan akan didistribusikan secara bertahap ke puskesmas.

Pengadaan alat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tersebut menjadi bagian dari program strategis pemerintah untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan distribusi alat NPOC akan dimulai dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat pada Oktober 2026.

“Program pemberantasan TBC membutuhkan alat diagnostik. Pemerintah akan memberikan alat diagnostik namanya NPOC di setiap puskesmas mulai bulan ini untuk seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat lengkap semua,” kata Benjamin saat meninjau pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus, Selasa (13/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus. Benjamin menyebut, setelah distribusi di tiga provinsi tersebut, pengiriman alat ditargetkan meluas ke seluruh Indonesia mulai November 2026.

“Bulan depan kita bisa mulai dari Aceh sampai Papua karena kita pesan 5.600 NPOC,” ujarnya.

Selain NPOC, Kemenkes juga menyiapkan pengadaan alat X-ray mobile atau rontgen bergerak untuk memperkuat pemeriksaan TBC. Pemerintah merencanakan setiap puskesmas mendapatkan satu unit alat tersebut, didukung tenaga radiografer untuk mengoperasikannya.

Benjamin menegaskan, pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi beban kasus TBC yang tinggi sehingga diperlukan penguatan fasilitas diagnostik hingga tingkat pelayanan kesehatan dasar.

“Kasus TBC itu Indonesia nomor dua di dunia. Bahkan kalau per 100.000 penduduk, Indonesia ini nomor satu di dunia, kasus TBC paling tinggi di dunia. Presiden ingin Indonesia segera bebas TBC,” ungkapnya.

Melalui penambahan alat diagnostik tersebut, pemerintah berharap penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Deteksi dini menjadi langkah penting agar pasien segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan sesuai kebutuhan.

Kemenkes juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung pemanfaatan perangkat tersebut. Kehadiran tenaga radiografer diharapkan dapat menunjang pelayanan pemeriksaan menggunakan X-ray mobile di puskesmas.

Penguatan sarana diagnostik dan tenaga kesehatan ini diharapkan meningkatkan kemampuan puskesmas dalam menemukan kasus TBC di masyarakat sekaligus mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia. (YM/YM)


Post Views: 37

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *