0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Menjelang Tahun Baru Hijriyah, umat Islam kembali mengenang peristiwa agung Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Namun, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat atau seremonial tahunan. Hijrah adalah perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT.

Para ulama menjelaskan, hijrah memiliki dimensi spiritual dan sosial. Hijrah berarti memperbaiki diri sekaligus membangun kemaslahatan masyarakat.

Peristiwa Hijrah ke Madinah menunjukkan Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga membangun sistem sosial dan ekonomi yang berkeadilan.

Di Madinah, Rasulullah SAW menanamkan nilai persaudaraan, gotong royong, perlindungan kaum lemah, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pakar ekonomi Islam M. Umer Chapra menyebut masyarakat Madinah sebagai model integrasi nilai spiritual dan keadilan ekonomi.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Hasyr ayat 7 agar harta tidak beredar hanya di kalangan orang kaya.

Ayat tersebut menegaskan pentingnya pemerataan ekonomi dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Ekonomi Islam mendorong distribusi kekayaan yang lebih merata serta mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, semangat hijrah perlu dimaknai sebagai langkah menuju kemandirian.

Masyarakat tidak cukup hanya mengeluh. Diperlukan gerakan produktif, solidaritas sosial, dan solusi bersama untuk menghadapi persoalan ekonomi.

Salah satu bentuk hijrah yang relevan saat ini adalah hijrah menuju kedaulatan pangan.

Allah SWT memerintahkan manusia mengelola bumi dan memanfaatkan rezeki yang tersedia untuk kehidupan.

Perintah tersebut mengajarkan pentingnya memproduksi pangan, bukan sekadar menjadi konsumen yang bergantung kepada pihak lain.

Konsep kedaulatan pangan menekankan hak masyarakat mengelola sistem pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketahanan pangan tidak hanya terkait ketersediaan bahan makanan, tetapi juga akses, keberlanjutan, dan kemampuan produksi masyarakat.

Persoalan ekonomi masyarakat sering berawal dari ketergantungan pangan, harga tidak stabil, dan menurunnya kesejahteraan petani.

Padahal, penguasaan sektor pangan menjadi fondasi penting bagi kemandirian ekonomi dan stabilitas sosial.

Karena itu, hijrah saat ini dapat diwujudkan melalui beberapa langkah nyata.

  • Hijrah dari budaya konsumtif menuju budaya produktif.
  • Hijrah dari ketergantungan menuju kemandirian pangan.
  • Hijrah dari individualisme menuju gotong royong ekonomi.
  • Hijrah dari keluhan menuju aksi menanam, beternak, dan memberdayakan masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap tanaman yang memberi manfaat bernilai sedekah bagi penanamnya.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pertanian memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai ibadah.

Memasuki Tahun Baru Hijriyah, masyarakat perlu membangun gerakan nyata berbasis ketahanan pangan.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan memanfaatkan pekarangan, menghidupkan lahan tidur, dan menanam tanaman produktif.

Masyarakat juga dapat membangun lumbung pangan keluarga serta memperkuat ekonomi berbasis gotong royong.

Gerakan seperti “Nabung Pisang, Nabung Ayam” menjadi contoh sederhana menuju kemandirian pangan keluarga.

Menanam pohon pisang berarti menyiapkan sumber pangan dan pendapatan untuk masa mendatang.

Memelihara ayam dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Pemberdayaan berbasis potensi lokal terbukti mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Hijrah Muharam bukan berarti lari dari kesulitan, melainkan berpindah menuju harapan dan kemandirian.

Hijrah juga berarti bertransformasi dari konsumen menjadi produsen yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Semoga Tahun Baru Hijriyah menjadi momentum membangun masyarakat yang adil, mandiri, dan berdaulat pangan.

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriyah. Mari berhijrah dari keluhan menuju solusi serta dari konsumtif menuju produktif. (*)

Oleh: Dr. Carto Nuryanto


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *