0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Bulan Muharram kembali menjadi momentum bagi Muslimat NU Ranting Padurenan untuk meneguhkan kepedulian sosial kepada sesama.

Tradisi berbagi kepada anak yatim, yatim piatu, dan piatu yang telah berlangsung bertahun-tahun kembali digelar sebagai wujud komitmen organisasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Program santunan tahunan tersebut dikemas bersama pengajian rutin yang berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaah.

Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya penceramah asal Jepara, Kiai Mahrus Ali, yang menyampaikan mauidhoh hasanah kepada para peserta.

Ketua Muslimat NU Ranting Padurenan, Nor Solikhah, mengatakan santunan anak yatim telah menjadi agenda tetap setiap Muharram dan terus dipertahankan hingga sekarang.

“Muslimat Ranting Padurenan itu punya program tiap bulan Muharram. Kami selalu mengadakan santunan anak yatim, yatim piatu, dan piatu. Itu sudah jadi program, jadi setiap tahun itu ada,” ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 55 anak menerima santunan. Seluruh penerima merupakan warga asli Padurenan yang berasal dari lingkungan RW 1 hingga RW 6.

Mereka bukan penghuni panti asuhan, melainkan anak-anak yang tinggal bersama keluarga di lingkungan setempat.

“Hari ini ada 55 anak. Non-panti, karena di sini enggak ada panti asuhan, jadi ini dari warga sekitar Padurenan sendiri. Ya, kadang ada yang sudah pindah ke luar, tapi asli dari warga Padurenan,” jelas Nor Solikhah.

Santunan yang diberikan berupa uang tunai, beras, dan nasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia tidak lagi menyertakan pakaian baru.

Kebijakan tersebut diambil agar bantuan yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.

“Bantuan berupa uang, terus ada nasi, terus ada beras. Biasanya ada pakaian, tetapi sekarang tidak lagi karena ukurannya tidak selalu sesuai dengan yang menerima. Jadi kami putuskan lebih baik fokus pada bantuan yang lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Pengajian dan santunan ini dihadiri lebih dari 500 jemaah Muslimat NU serta sekitar 100 kader Fatayat NU Padurenan. Seluruh peserta berasal dari ranting setempat sehingga kegiatan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga dalam suasana penuh kekeluargaan.

Selain program santunan Muharram, Muslimat NU Ranting Padurenan juga rutin menggelar kegiatan keagamaan melalui pengajian selapanan setiap Ahad Pahing.

Para kader juga aktif mengikuti kegiatan selapanan tingkat Anak Cabang Gebog yang dilaksanakan setiap Ahad Wage dan Ahad Kliwon.

Melalui kegiatan tersebut, Muslimat NU Ranting Padurenan berharap tradisi berbagi di bulan Muharram dapat terus dilestarikan sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah di tengah masyarakat. (YM/YM)


Post Views: 69

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *