0 5 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net – Dominasi All-Stars Kudus di pentas sepak bola putri usia dini nasional belum tergoyahkan. Tim tuan rumah sukses mempertahankan mahkota juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 usai menaklukkan All-Stars Jakarta melalui drama adu penalti 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal pada partai final di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (28/6/2026).

Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan All-Stars Kudus sebagai juara untuk kedua kalinya secara beruntun di ajang MLSC All-Stars. Setelah menjadi kampiun pada edisi sebelumnya, tim besutan Yayat Hidayat kembali membuktikan diri sebagai tim terbaik nasional di level kelompok usia putri.

Laga final berlangsung ketat sejak menit awal. Kudus dan Jakarta sama-sama tampil disiplin serta mengandalkan permainan cepat dari lini tengah. Kedua tim bergantian melancarkan serangan, namun kokohnya pertahanan membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol.

Peluang emas pertama dimiliki All-Stars Kudus pada menit kesembilan melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri. Namun bola masih mampu diamankan penjaga gawang All-Stars Jakarta, Erza Khalifa Sakhi. Empat menit berselang, Jakarta mendapat kesempatan lewat tendangan bebas Albianca Raula, tetapi bola melambung di atas mistar gawang. Hingga turun minum skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Jakarta lebih dahulu mengancam melalui tembakan jarak jauh, sedangkan Kudus membalas dengan pressing tinggi yang beberapa kali memaksa lini belakang lawan bekerja ekstra keras.

Pada menit ke-29, kapten Jakarta Andien Haifa Syakira harus ditarik keluar akibat cedera dan digantikan Aqila Alexa Putri. Meski kedua tim terus saling menyerang hingga peluit panjang dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak adu penalti, para pemain Kudus tampil lebih tenang. Kiper Queisha Sava Azzalfa menjadi pahlawan setelah menggagalkan dua tendangan pemain Jakarta. Kudus pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus kembali mengangkat trofi juara MLSC All-Stars.

Kiper All-Stars Kudus, Queisha Sava Azzalfa, mengatakan keberhasilan timnya tak lepas dari latihan intensif menghadapi kemungkinan adu penalti sebelum laga final.

“Tadi pertandingannya memang panas dan sampai adu penalti. Tapi kita sudah fokus dan sudah kerja keras, akhirnya bisa juara,” ujarnya.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat, menyebut keberhasilan mempertahankan gelar merupakan hasil kerja keras seluruh pemain yang telah menjalani training center dan membangun kekompakan sejak jauh hari.

“Selama ini Indonesia kesulitan mencari bibit pemain sepak bola perempuan. Dengan adanya MilkLife Soccer Challenge ini sangat membantu mendapatkan pemain terbaik. Hal itu tentu sangat positif dan harapan saya MLSC ini tetap berlanjut di tahun-tahun ke depan,” katanya.

Di kubu lawan, Pelatih All-Stars Jakarta Arifin tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal membawa pulang gelar. Menurutnya, faktor mental menjadi pembeda karena timnya tidak menyiapkan skenario adu penalti.

“Kita jujur tidak ada persiapan sama sekali untuk adu penalti. Bahkan saat memilih penendang, pemain kita tidak ada yang siap, bahkan sampai ada yang menangis. Tapi dengan hasilnya, saya sangat bangga dengan tim saya,” ungkapnya.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang dinilai menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung target PSSI menuju Piala Dunia Wanita 2035.

Senada, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan kualitas kompetisi musim ini meningkat signifikan. Persaingan sejak fase grup hingga final semakin merata sehingga menjadi bukti perkembangan sepak bola putri usia dini di Indonesia. Ia juga memastikan musim depan MLSC akan diperluas dengan penambahan kota penyelenggara, yakni Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi menjadi dua regional.

Pada laga perebutan tempat ketiga, All-Stars Surabaya kembali mengulang prestasi musim lalu dengan finis di posisi ketiga usai menundukkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Surabaya mendominasi jalannya pertandingan sejak babak pertama. Namun gol kemenangan baru lahir pada menit ke-23 babak kedua melalui Agnia Nurul Fadhila Rohman yang memanfaatkan umpan lambung di depan gawang. Tertinggal satu gol, Yogyakarta mencoba meningkatkan intensitas serangan melalui sisi sayap, tetapi hingga laga usai skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Surabaya.

Hasil Akhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026
  • Juara: All-Stars Kudus
  • Runner-up: All-Stars Jakarta
  • Peringkat III: All-Stars Surabaya
  • Peringkat IV: All-Stars Yogyakarta
Penghargaan Individu
  • Best Player: Sabrina Dwi Ristiyana (All-Stars Kudus)
  • Best Goalkeeper: Syafira Azzahra (All-Stars Surabaya)
  • Top Scorer (4 gol): Giada Soebianto dan Rara Zenita Fatin (All-Stars Kudus), Garneta Falentina Imelda (All-Stars Malang), Ika Wonda (All-Stars Solo), Nadia Shakila Azzahra (All-Stars Yogyakarta), serta Yumna Naziya Fina (All-Stars Semarang). (YM/YM)


Post Views: 101

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *