0 3 min 2 yrs

Kudus, Liputan7.Net – Program pengembangan literasi dan numerasi dari Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus telah mengerucut menjadi 10 sekolah yang telah melalui proses seleksi sebelumnya,

Ketua PBG Kudus, Rizky Oktavian Saputra mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu membuka seleksi terbuka bagi sekolah dasar (SD) ata madrasah ibtidaiyah (MI) di bawah naungan Disdikpora dan Kantor Kemenag Kudus.

“Hasilnya ada 10 sekolah yang lolos, baik SD dan MI di Kudus yang akan menjadi sekolah binaan. Diantaranya MI Darul Ulum 02, MI Maslakul Falah, SD 1 Pladen, SD 2 Piji, SD 3 Karangmalang, SD 3 Terban, SD 4 Bulungcangkring, SD 4 Kesambi, SD 5 Karang Bene dan terakhir SD Widya Kirana,” bebernya.

Sebelumnya, pada seleksi tahap pertama, sekolah mendapat tugas mengisi esai yang berkenaan dengan program literasi dan numerasi yang telah berjalan di sekolah masing-masing. Kemudian, mengirimkan pula terkait profil sekolah.

Lalu tahap kedua yakni verifikasi, “kita mengecek secara langsung di lapangan terkait esai dan profil sekolah yang telah dikirimkan pada tahap pertama,” tandasnya.

Program yang dimulai 20 Mei 2024 hingga selama 6 bulan mendatang itu ditujukan untuk memberikan pendampingan bagi sekolah yang menginginkan pengembangan di bidang literasi dan numerasi.

“10 sekolah terpilih di atas akan mendapatkan pendampingan dari PBG Kudus selama 6 bulan. PBG telah menyiapkan 10 fasilitator untuk melakukan pendampingan kepada semua guru di 10 sekolah yang terpilih.

“Jadi nanti setiap minggu, fasilitator akan datang ke sekolah untuk melakukan pembinaan dan mengevaluasi pelaksaan program,” tandasnya.

Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Marcella Marissa S, mengharapkan 10 sekolah tersebut ke depan akan menjadi guru inti yang nantinya mengimbas ke sekolah-sekolah lainnya,

“Ya, kami ingin Sekolah yang kami bina, akanmenjadi guru inti agar bisa memberikan ilmunya ke sekolah lain, alias berkelanjutan,” jelasnya.

Kemudian, yang puncaknya, supaya rapor Pendidikan di Kudus, khususnya dalam hal ini SD/MI semakin baik ke depannya,

“Diketahui, Raport Pendidikan SD/MI di Kudus per tahun 2023, rapor literasi di angka 58 persen, hal itu termasuk kategori lumayan baik, sedangkan rapor numerasi di angka 61 persen dengan kategori sedang,” ungkapnya.

Kepala Disdikpora Harjuna Widada mengaku senang dan ikut mendukung dengan kegiatan tersebut.

“Ini merupakan bagian dari pembelajaran, jadi usai gurunya yang diedukasi, diharapkan bisa mempraktikkan ke siswa-siswinya saat mengajar,” ujarnya

Senada dengan Kepala Kemenag Kudus, Suhadi. Dirinya sangat berterima kasih dengan pihak-pihak yang telah memberikan fasilitas tersebut, utamanya dari pihak Djarum Foundation

“Kami terima kasih kepada Djarum Foundation, juga Disdikpora, semoga ini bisa terjalin ke depannya, hingga yang diharapkan bisa memberikan dampak dan muu Pendidikan yang ada di Kudus khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” harapnya. (AS/YM).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *