0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Tradisi Kirab Bukak Luwur Mbah Kyai Ponco kembali digelar dengan semarak di Desa Jetak Kembang, Kelurahan Sunggingan, Kabupaten Kudus. Kegiatan tahunan tersebut menjadi wadah untuk mempererat persatuan warga sekaligus melestarikan kuliner khas yang telah lama menjadi identitas masyarakat setempat.

Kirab secara resmi diberangkatkan oleh Lurah Sunggingan, Riko Mahardika. Ratusan warga turut memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang menampilkan gunungan hasil kreasi masing-masing kelompok.

Pemberangkatan kirab oleh Lurah Sunggingan, Riko Mahardika. (Foto: YM)

Ketua Bukak Luwur Mbah Kyai Ponco, Nawawi, S.H.I., mengatakan Kirab Bukak Luwur bukan sekadar tradisi budaya, melainkan juga menjadi sarana mempersatukan warga Jetak Kembang melalui pelestarian kuliner khas Kudus.

“Kirab Bukak Luwur ini merupakan sarana mempersatukan warga Jetak Kembang dalam rangka nguri-uri kuliner khas Jetak Kembang. Selama ini Jetak Kembang dikenal sebagai sentra masakan kuliner khas Kudus,” ujar Nawawi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ajang bagi masyarakat untuk menampilkan beragam kuliner unggulan yang menjadi ciri khas Jetak Kembang, dipadukan dengan kreativitas seni dari masing-masing peserta.

“Harapannya, kirab kuliner ini bisa menjadi ajang menampilkan kuliner khas masakan Jetak Kembang yang dirangkai dengan seni dan kreativitas dari masing-masing peserta sehingga semakin menarik dan mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” lanjutnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, kirab diikuti sembilan kelompok peserta yang menampilkan total 11 gunungan serta satu miniatur. Seluruh peserta berasal dari lingkungan RT, organisasi kepemudaan, hingga kelompok masyarakat yang ada di Jetak Kembang.

Rangkaian kirab diawali dengan barisan pembawa banner utama bersama rombongan Lurah Sunggingan, para ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat. Di belakangnya tampil marching band yang mengiringi jalannya kirab sebelum rombongan peserta memasuki rute yang telah ditentukan.

Adapun peserta kirab terdiri atas RT 5/RW 4 dengan dua gunungan, IRMAS membawa satu gunungan, RT 4/RW 5 satu gunungan, RT 3/RW 6 satu gunungan, RT 2/RW 6 tanpa gunungan, RT 1/RW 6 bersama GEMA Ash-Sholihin membawa dua gunungan, RT 2/RW 4 bersama CPC dan Karang Taruna Sunggingan membawa dua gunungan, RT 2/RW 5 membawa satu gunungan, serta PADAJAKA yang menampilkan satu gunungan dan satu miniatur.

Penampilan peserta PADAJAKA juga dimeriahkan atraksi kesenian reog yang dijadwalkan tampil di halaman RA Roudlatush Sholihin setelah seluruh rangkaian kirab mencapai garis finis.

Melalui perpaduan tradisi, kuliner, dan kesenian tersebut, Kirab Bukak Luwur Mbah Kyai Ponco diharapkan terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan sekaligus memperkuat identitas Jetak Kembang sebagai salah satu sentra kuliner khas Kudus. (YM/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *