0 4 min 3 mths

Kudus, ISKNEWS.com – Kabupaten Kudus akan segera memiliki sekolah menengah pertama (SMP) berstandar internasional yang mengintegrasikan kurikulum nasional, Cambridge, serta pendidikan vokasi. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi alternatif baru bagi masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.

Sebagai tahapan menuju operasional, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melakukan visitasi lapangan pada Rabu (1/7). Kegiatan itu bertujuan memverifikasi kesiapan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, hingga standar operasional sekolah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum izin operasional diterbitkan.

Kepala Seksi Kurikulum Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, menyambut baik hadirnya sekolah berstandar internasional tersebut. Menurutnya, keberadaan sekolah baru akan memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Kudus sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik hadirnya sekolah internasional di Kudus. Ini merupakan salah satu upaya memperkuat ekosistem pendidikan berkualitas sekaligus memperluas pilihan bagi masyarakat. Kehadiran sekolah ini juga diharapkan mendorong lahirnya kolaborasi positif dengan berbagai institusi pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai serta kearifan lokal,” ujarnya saat visitasi.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raden Umar Said Kudus, Azhar Latif, mengatakan pendirian SMP internasional merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dipersiapkan sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi pembelajar berwawasan luas, tetapi tetap menghargai akar budaya. Sekolah ini tidak hanya menawarkan layanan pendidikan berkualitas, melainkan juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan pendidikan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Sekolah tersebut akan menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge untuk memperkuat kompetensi akademik peserta didik. Proses pembelajaran juga menerapkan metode bilingual menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris guna meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, sekolah menawarkan tiga konsentrasi utama, yakni Tahfidz, Teknologi Informasi, dan Vokasional. Ketiga bidang tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa mengembangkan minat dan bakat sejak jenjang sekolah menengah pertama.

Salah satu keunggulan lainnya adalah adanya kurikulum vokasional yang disusun secara berkesinambungan dengan jenjang pendidikan menengah kejuruan yang telah lebih dulu berkembang di bawah yayasan. Dengan konsep tersebut, siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang animasi, desain komunikasi visual, maupun pengembangan perangkat lunak dan gim dapat memperoleh fondasi kompetensi sejak dini.

Azhar menambahkan, sekolah ini diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan SD dan MI sederajat yang ingin memperoleh pendidikan berstandar internasional tanpa harus meninggalkan nilai-nilai religius dan budaya lokal.

“Kami ingin membangun jalur pendidikan yang kuat, sehingga minat siswa terhadap teknologi dan vokasi sudah dapat dibina sejak SMP dengan standar internasional,” ungkapnya.

Pihak yayasan optimistis izin operasional dapat segera diterbitkan sehingga proses penerimaan murid baru bisa dibuka dalam waktu dekat. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus sekaligus mencetak generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki karakter yang kuat, serta siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional. (AS/YM)


Post Views: 46

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *