0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura di Kabupaten Kudus menggelar Turnamen Catur Merdeka Cup dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan keberadaan paguyuban kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Ketua Paguyuban Pedagang Warung Madura di Kabupaten Kudus, Asim, mengatakan turnamen tersebut digelar di Aula Kecamatan Kota Kudus, Minggu (2/8/2026). Sebanyak sekitar 150 peserta dari berbagai daerah mengikuti perlombaan yang menyediakan total hadiah Rp6 juta.
“Peserta tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga datang dari Pati, Rembang hingga Semarang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap turnamen cukup tinggi,” ujarnya.

Asim menjelaskan, Turnamen Catur Merdeka Cup mempertandingkan tiga kategori, yakni kategori umum non-master, kategori anggota organisasi kemasyarakatan (ormas), serta kategori junior tingkat SD dan SMP.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota paguyuban, komunitas pecatur, dan masyarakat umum.
“Kami ingin paguyuban ini semakin dikenal masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Madura, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Ia menuturkan, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati dibentuk sebagai wadah komunikasi dan kebersamaan warga Madura yang tinggal di Kabupaten Kudus. Saat ini jumlah anggota yang tergabung mencapai 114 orang dan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung.

Asim mengatakan banyak warga Madura yang datang secara langsung untuk mencari informasi mengenai paguyuban. Mereka ingin memiliki wadah yang dapat menjadi tempat bertukar informasi, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal.
“Harapan kami, dengan adanya paguyuban ini seluruh anggota bisa saling terbuka, saling membantu, dan terus berbuat kebaikan sehingga keberadaan masyarakat Madura di Kudus semakin diterima dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Selain memperkuat silaturahmi, paguyuban juga memiliki komitmen menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat Kudus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengatur jarak antarpedagang Warung Madura agar tidak menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dengan pedagang lokal maupun sesama anggota.
“Kami ingin menciptakan suasana yang harmonis. Karena itu, kami mengatur jarak antarpedagang agar tidak saling berebut pelanggan.

Dengan begitu, usaha bisa berjalan berdampingan dan hubungan dengan masyarakat lokal tetap terjaga,” jelas Asim.
“Turnamen Catur Merdeka Cup dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya melahirkan pecatur-petur catur berprestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas daerah serta memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia,” harapnya. (AS/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *