0 2 min 3 mths

– Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih membeli barang baru dibandingkan memperbaikinya, profesi tukang sol sepatu semakin jarang ditemui. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Hambali untuk tetap menjalankan usahanya di depan Universitas Muhammadiyah Kudus, Senin (29/6/2026).

Setiap hari, Hambali membuka lapak sederhana di tepi jalan dengan peralatan yang telah lama menemaninya, seperti benang, lem, dan berbagai alat reparasi sepatu. Sejak pagi hingga sore, ia melayani pelanggan yang datang membawa sepatu dengan sol terlepas, sandal putus, maupun alas kaki lain yang membutuhkan perbaikan.

Bagi Hambali, setiap barang yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah dari pelanggan. Ia meyakini bahwa barang yang masih layak diperbaiki sebaiknya tidak langsung diganti dengan yang baru.

“Kalau masih bisa diperbaiki, kenapa harus beli baru?” ujar Hambali, mengungkapkan prinsip yang selalu dipegang selama menjalankan usahanya.

Meski demikian, Hambali mengakui jumlah pelanggan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu penyebab berkurangnya permintaan jasa reparasi sepatu. Banyak orang kini lebih memilih membeli produk baru daripada memperbaiki barang yang sudah rusak.

Kondisi tersebut membuat pendapatan Hambali tidak menentu. Meski begitu, ia tetap membuka lapaknya setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga. Baginya, setiap jahitan yang berhasil diselesaikan merupakan rezeki yang patut disyukuri.

Lapak kecil di pinggir jalan itu menjadi saksi perjuangan Hambali dalam mempertahankan profesi yang semakin tergerus zaman. Di balik kesederhanaannya, tersimpan kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan semangat seorang pelaku UMKM yang terus bertahan menghadapi perubahan.

Melalui setiap jahitan yang ia kerjakan, Hambali tidak hanya memperbaiki alas kaki pelanggan, tetapi juga menjaga harapan agar usahanya tetap hidup dan mampu menghidupi keluarganya di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. (Ridwan)


Post Views: 28

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *