0 5 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Kudus bakal menggelar ajang Kudus Wani Tanding (KWT) pada 25 Juli 2026 di GOR Bung Karno, Wergu Wetan, Kudus. Event bertajuk Kickboxing & Boxing Exhibition itu menjadi penyelenggaraan perdana dengan konsep sportainment, memadukan pertandingan olahraga prestasi dan boxing entertainment dalam satu panggung.

Ketua Pengkab Kick Boxing Indonesia Kabupaten Kudus, Blegooh Alun Sedayu, mengatakan penyelenggaraan event tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan organisasi untuk mengenalkan olahraga kickboxing kepada masyarakat sekaligus menghadirkan hiburan yang positif.

“Kalau hanya olahraga murni kurang greget. Makanya kami menggandeng Shaduk Jotosh agar menjadi sportainment, artinya ada olahraga sekaligus hiburan,” ujar Blegoh usai audiensi dengan Bupati Kudus terkait penyelenggaraan event tersebut.

Menurutnya, Shaduk Jotosh merupakan promotor sekaligus penyelenggara ajang boxing entertainment yang cukup populer di Jawa Timur, khususnya di wilayah Magetan dan sekitarnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan tontonan menarik tanpa meninggalkan unsur pembinaan olahraga.

“Harapan kami masyarakat datang bukan hanya untuk menikmati hiburannya, tetapi juga semakin mengenal olahraga kickboxing,” katanya.

Rangkaian pertandingan akan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dengan mempertandingkan kategori olahraga resmi. Selanjutnya pada malam hari akan digelar boxing entertainment yang menampilkan duel para influencer dan kreator konten.

Pada kategori olahraga, panitia membuka dua kelas, yakni kelas beginner (pemula/non-atlet) dan kelas advanced (atlet) untuk peserta putra maupun putri. Total akan dipertandingkan 55 partai atau melibatkan sekitar 110 petarung.

Alun menegaskan seluruh peserta akan melalui proses seleksi sebelum ditentukan lawannya. Penentuan pasangan bertanding dilakukan berdasarkan kelas berat badan dan kemampuan agar pertandingan berlangsung seimbang.

“Kami tidak mungkin mempertemukan atlet dengan pemula. Semua akan kami seleksi, kemudian dipasangkan berdasarkan kemampuan dan berat badan supaya pertandingannya menarik,” jelasnya.

Ia memastikan pertandingan tetap menggunakan regulasi resmi kickboxing. Sementara untuk partai boxing entertainment akan dilakukan penyesuaian aturan sesuai karakter pertandingan, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan peserta.

“Rule dasarnya tetap aturan kickboxing. Untuk pertandingan hiburan ada penyesuaian dengan aturan boxing, tetapi semuanya tetap mengutamakan keamanan petarung,” imbuhnya.

Pendaftaran peserta telah dibuka bagi masyarakat umum dengan biaya registrasi Rp150 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk medali, sertifikat, dan asuransi. Hingga saat ini sekitar 60 peserta telah mendaftar, sedangkan kuota yang disediakan sebanyak 110 peserta.

“Masyarakat yang ingin menguji kemampuan atau adu nyali masih bisa mendaftar melalui kontak person yang telah kami publikasikan. Kuotanya terbatas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kategori boxing entertainment, peserta dipilih langsung oleh panitia bersama Shaduk Jotosh. Mereka merupakan influencer dengan jumlah pengikut yang besar dan aktif di media sosial sehingga diharapkan mampu menghadirkan pertandingan yang menarik perhatian masyarakat.

Beberapa laga hiburan yang telah dipastikan berlangsung di antaranya mempertemukan Husein Pati melawan Sarbu Sego Sambel, Ika Tobrut menghadapi Rondo Royal Purwodadi, Polsek Thailand melawan Eko Purwodadi, serta Huda22 menghadapi Raja Nanda.

Panitia juga menyiapkan tiket masuk dengan harga Rp30 ribu untuk pembelian online, Rp35 ribu pembelian langsung di lokasi, serta VIP Rp75 ribu bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan dari area sekitar ring.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kudus mengapresiasi langkah Pengkab KBI Kudus yang menghadirkan event olahraga dengan konsep berbeda. Hal itu disampaikannya usai mengikuti audiensi bersama Bupati Kudus terkait penyelenggaraan Kudus Wani Tanding.

Menurutnya, perpaduan olahraga prestasi dengan boxing entertainment menjadi inovasi yang mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperluas promosi cabang olahraga kickboxing.

“Kami dari KONI Kabupaten Kudus sangat mengapresiasi kegiatan ini. Event seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet dan media untuk mengenalkan olahraga kickboxing kepada masyarakat. Kami berharap pelaksanaannya sukses dan ke depan bisa menjadi agenda rutin di Kabupaten Kudus,” katanya.

Ia optimistis Kudus Wani Tanding akan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga bela diri di Kota Kretek serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet kickboxing berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. (YM/YM)


Post Views: 115

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *