Kudus, Liputan7.Net — Kepergian pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan dunia usaha, tetapi juga masyarakat Kabupaten Kudus yang selama puluhan tahun merasakan langsung kontribusinya.
Kehadiran Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam prosesi penghormatan menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi almarhum yang selama ini turut mewarnai perkembangan daerah.
PT Djarum dinilai memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik melalui sektor ekonomi, sosial, maupun kegiatan kemasyarakatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dukungan Djarum Group dalam berbagai program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani, Senin (23/3/2026).
Bupati menambahkan, berbagai peran dan dedikasi yang telah diberikan diharapkan dapat terus memberikan manfaat serta menjadi inspirasi bagi semua pihak dalam membangun daerah.
“Semoga segala kebaikan, pengabdian, dan kontribusi besar yang telah diberikan almarhum bagi masyarakat menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Kami mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” imbuhnya.
Peti jenazah pemilik Grup Djarum tersebut telah tiba dan disemayamkan di GOR PB Djarum sejak Minggu (22/3/2026) malam. Keluarga membuka kesempatan bagi tamu, relasi, karyawan, dan masyarakat umum untuk memberikan penghormatan serta doa mulai 22 hingga 24 Maret 2026.
Almarhum wafat pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura. Jenazah tiba di Kudus sekitar pukul 20.15 WIB, diiringi dua bus serta rombongan kendaraan keluarga dan kerabat.
Bagi warga Kudus, Michael bukan sekadar pemilik perusahaan besar. Ia dikenal sebagai tokoh yang membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan melalui PT Djarum, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.
Kehadiran industri yang ia kembangkan menjadikan Kudus sebagai salah satu pusat industri rokok terbesar di Indonesia.
Selain sektor ekonomi, jasa besar Michael juga terlihat dalam pembinaan olahraga, khususnya bulu tangkis melalui PB Djarum. Klub ini telah melahirkan banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Kontribusi lain yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah berbagai program sosial, termasuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak karyawan hingga jenjang perguruan tinggi. Nilai kepedulian dan kekeluargaan yang ditanamkan menjadi warisan penting dalam budaya kerja perusahaan.
Salah satu karyawan PT Djarum, Harti (44), mengaku kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Saya sudah 25 tahun bekerja di Djarum. Kami semua sangat berduka. Semoga perusahaan tetap jaya dan semua karyawan bisa terus sukses,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zulfan Zubaidi (36), warga Pasuruhan Lor, Jati Kudus, yang menyebut almarhum sebagai pemimpin yang berdampak luas.
“Kami sangat berduka. Beliau sosok yang baik dan berjasa besar bagi perusahaan dan masyarakat Indonesia,” katanya.
Ketua Pimpinan Unit Kerja SPSI RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikin, menambahkan sekitar 500 karyawan dari berbagai unit kerja turut menyambut kedatangan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Djarum itu seperti keluarga. Kepedulian terhadap karyawan sangat nyata, termasuk program beasiswa bagi anak-anak karyawan,” jelasnya.
Duka juga mengalir dari masyarakat luas melalui platform media sosial Info Seputar Kudus (ISK). Sejumlah warga menyampaikan kesan dan doa atas kepergian tokoh yang dianggap berjasa besar bagi Kota Kudus.
“Damai bersama Bapa, Bapak Michael Bambang Hartono. Jasa dan karyamu untuk Kota Kudus dan Indonesia tak akan pernah kami lupakan,” tulis salah satu warganet.
Ucapan serupa datang dari komunitas penggemar sepak bola. “Kami fans Como 1907 mengucapkan turut berdukacita. Damai di sorga Bapak Michael Budi Hartono,” tulis akun lainnya.
Seorang warga Kudus juga menyampaikan rasa terima kasihnya meski bukan bagian dari karyawan perusahaan.
“Saya warga Kudus turut berdukacita. Saya bukan salah satu karyawan Djarum, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak sudah membuka lapangan pekerjaan buat warga Kudus. Dan semoga saya juga bisa membuka lapangan pekerjaan buat warga saya sekitar,” tulisnya.
Komentar lain menyoroti dampak nyata perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sudah ribuan karyawan Djarum yang hidupnya bisa dikatakan mapan dan layak berkat kerja di pabrikmu, bos. Selamat jalan, bos. Damai di surga,” ungkap warganet.
Michael Bambang Hartono, yang lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939 dengan nama Oei Hwie Siang, merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia membesarkan perusahaan hingga menjadi salah satu raksasa industri di Tanah Air.
Jenazah rencananya akan dimakamkan pada 25 Maret 2026 di pemakaman keluarga di Godo, Desa Punjulharjo, Rembang.
Secara luas, kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi warga Kudus, tetapi juga bagi dunia usaha nasional. Namun, jejak pengabdian dan kontribusinya melalui berbagai lini usaha, mulai dari properti, perbankan dan finansial, elektronik, televisi, perkebunan dan kehutanan, ritel, infrastruktur telekomunikasi, makanan dan minuman, hingga modal ventura, diyakini akan terus hidup.
Warisan itu tak hanya tercermin dalam kuatnya fondasi bisnis yang dibangun, tetapi juga pada dampak ekonomi dan sosial yang telah dirasakan masyarakat selama puluhan tahun. (YM/YM)
Post Views: 16
