0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net — Timnas Putri U-16 Singapura menjaga asa lolos ke semifinal Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino setelah menundukkan Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup B di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Senin (17/8).

Pertandingan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menerapkan pressing ketat dan bermain dengan tempo tinggi untuk memperebutkan penguasaan bola.

Putri Nusantara mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dahulu. Namun, transisi cepat para pemain Singapura membuat aliran bola Indonesia kerap terputus. Sebaliknya, setiap kali Singapura membangun serangan dari lini belakang, Putri Nusantara langsung merespons dengan menutup ruang gerak lawan.

Peluang pertama Indonesia hadir pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Indira Fatima, bola berhasil disambut Putri Neza Larasati di dalam kotak penalti Singapura. Namun, penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Duel sengit di lini tengah terus berlangsung hingga penghujung babak pertama. Putri Nusantara beberapa kali mampu memenangkan perebutan bola, tetapi kesulitan mengubahnya menjadi peluang matang. Singapura juga belum mampu menembus rapatnya pertahanan Indonesia.

Menjelang turun minum, Amanda Fitriani memperoleh peluang emas melalui tembakan dari posisi yang cukup ideal. Namun, bola masih mampu diamankan sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Singapura akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-58 melalui Nur Qhalisah Arysha Muhammad Rizal.

Gol tersebut bermula dari sepak pojok yang dilepaskan Tan Si Leng Amelia. Bola menciptakan kemelut di depan gawang Putri Nusantara sebelum disambar Nur Qhalisah untuk membawa Singapura unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Putri Nusantara berupaya meningkatkan tekanan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum ada yang mampu dikonversikan menjadi gol. Kecepatan transisi dan kemampuan pemain Singapura menutup ruang tembak membuat Indonesia kesulitan mengembangkan serangan.

Pada masa tambahan waktu, Singapura justru mampu menggandakan keunggulan. Tan Si Leng Amelia mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-95.

Berawal dari umpan lambung dari lini belakang, Amelia memenangkan duel sprint melawan Agisti Qory Rahmadani. Pemain Singapura tersebut kemudian melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Putri Nusantara, Naura Khalfani Hayfa.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Singapura tetap bertahan. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Singapura di Srikandi Merdeka Cup sekaligus menjaga peluang mereka untuk melaju ke semifinal.

Pelatih Kepala Timnas Singapura, Ratna Suffian Bin Ishak, mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang dinilai mampu menjalankan strategi dengan baik.

“Saya gembira sebab game plan telah dijalankan dengan baik. Saya percaya pada tim. Apa yang dilatih mereka bisa memainkannya laga yang panas tadi,” kata Ratna.

Menurutnya, para pemain terus didorong tampil total, baik dari sisi taktikal maupun fisik. Srikandi Merdeka Cup juga menjadi bagian dari persiapan Singapura menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Kualifikasi AFC pada Oktober mendatang.

“Turnamen ini untuk persiapan turnamen yang lebih besar yakni Kualifikasi AFC bulan Oktober nanti. Mereka memetik pelajaran untuk yakin dan percaya diri bahwa mereka mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Tan Si Leng Amelia mengaku sempat dilanda kegugupan pada pertandingan keduanya di turnamen. Namun, dukungan dari tim kepelatihan dan kekompakan para pemain membuatnya mampu tampil maksimal hingga mencetak gol kedua Singapura.

“Kami sangat senang akhirnya mampu meraih kemenangan. Kami sangat bangga bisa bermain maksimal hingga babak akhir. Mungkin di awal babak pertama sedikit merasa gugup tapi kami tidak menyerah,” kata Amelia.

Di kubu Putri Nusantara, Pelatih Kepala Timnas U-16 Putri Indonesia, Takumi Taniguchi, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus menelan kekalahan.

Pelatih yang akrab disapa Taki tersebut menilai pengalaman bertanding di level internasional menjadi bagian penting dalam proses perkembangan para pemain muda Indonesia.

“Maaf atas kekalahannya, tapi pemain sudah memberikan yang terbaik. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa menang,” ujar Taki.

Ia menegaskan perjalanan para pemain Putri Nusantara masih panjang. Sebagian besar pemain bahkan baru mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.

“Para pemain masih sangat muda. Bagi sebagian besar pemain, ini adalah pengalaman pertama mereka bertanding di level internasional. Masa depan mereka masih panjang,” katanya.

Taki meminta para pemain tidak larut dalam kekalahan. Menurutnya, pertandingan melawan Singapura harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

“Saya katakan pada mereka ini bukan akhir tapi sebuah perjalanan,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 8

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *