0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi memastikan tiket semifinal Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino setelah menundukkan Malaysia 3-0 pada laga lanjutan Kualifikasi Grup A di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (16/8/2026).

Kemenangan ini menjadi hasil sempurna bagi skuad asuhan Timo Scheunemann yang sebelumnya juga meraih kemenangan pada laga perdana. Garuda Pertiwi kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup A.

Garuda Pertiwi tampil agresif sejak menit awal. Dengan komposisi pemain yang sama seperti saat menghadapi Arab Saudi, lini tengah yang dimotori Nafeeza Ayasha Nori dan Kesya Arabela Manisya Nian mampu mengendalikan permainan dan membuat Malaysia lebih banyak bertahan di wilayahnya sendiri.

Tekanan Indonesia membuahkan hasil pada menit ke-14. Anya Gabriella Chandra melakukan akselerasi sebelum mengirimkan umpan terobosan terukur kepada Fadilla. Sang penyerang kemudian menunjukkan ketenangan dengan mengolah bola dan mengecoh kiper Malaysia sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah tidak terkawal.

Garuda Pertiwi terus mempertahankan tekanan. Pada menit ke-32, sepak pojok Nafeeza menimbulkan kemelut di depan gawang Malaysia. Setelah wasit meninjau VAR, Dishana Nagarajan Pillay dinilai melakukan pelanggaran terhadap Jazlyn Kayla Firyal.

Jazlyn yang maju sebagai eksekutor penalti mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakannya berhasil menggetarkan gawang Malaysia sekaligus membawa Garuda Pertiwi unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Malaysia mencoba keluar dari tekanan dan bermain lebih terbuka. Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi belum mampu membahayakan gawang Garuda Pertiwi yang dikawal Alleana Ayu Arumy.

Sebaliknya, Garuda Pertiwi tetap mampu menjaga kontrol permainan. Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-80 melalui Nafeeza.

Berawal dari sepak pojok di sisi kanan pertahanan Malaysia, gelandang bernomor punggung 10 itu melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kiri yang langsung mengarah ke tiang jauh.

Bola gagal dijangkau kiper Putri Aina Husna binti Mohd Subri dan bersarang di dalam gawang Malaysia. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan Garuda Pertiwi dengan skor 3-0.

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menyebut kemenangan tersebut menjadi kado istimewa dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak terlena setelah memastikan tiket semifinal.

“Intinya mereka harus bisa lebih tenang, nggak bisa tuh 30 menit baru menemukan bentuk permainan. Mereka harus belajar mengatasi ketegangan di menit-menit pertama. Kami juga harus jaga euforia karena sudah memastikan lolos,” ujar Timo.

Nafeeza mengaku bangga bisa membantu Garuda Pertiwi meraih tiga poin sekaligus mencetak satu gol. Ia menyebut gol dari sepak pojok tersebut merupakan hasil latihan yang dipadukan dengan keberuntungan.

“Jujur, aku nggak nyangka bisa cetak gol dari corner. Dari awal aku cuma mau umpan lambung, tapi ternyata Tuhan kasih keberuntungan ke aku, bolanya berbelok dan masuk ke gawang,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Malaysia Fairuz Montana bin Zainal Abidin mengakui Garuda Pertiwi menjadi lawan yang berat bagi timnya. Meski kecewa dengan hasil pertandingan, ia menilai para pemain mudanya mendapatkan pengalaman berharga dari laga tersebut.

“Menurut saya perlawanan kami malam ini terasa seperti babak final melihat tim berjuang di lapangan. Malam ini pemain muda kami dapat pengalaman berharga menghadapi tim yang bagus,” ungkapnya.

Dengan enam poin, Garuda Pertiwi berada di puncak klasemen sementara Grup A. Pada laga terakhir, Indonesia akan menghadapi Hong Kong, China dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi juara grup. (YM/YM)


Post Views: 15

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *