0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan DPD LDII Kabupaten Kudus untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan pangan lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sorgum Creative Food, lomba kreasi makanan berbahan dasar sorgum yang digelar di GSG Syaifuddin Zuhri, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan PC LDII dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus tersebut mengusung tema “Satu Bahan Satu Kreasi, Wujudkan Pangan Lokal yang Sehat, Bergizi, dan Membanggakan.” Para peserta ditantang mengolah sorgum menjadi berbagai menu yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi.

Ketua Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kudus sekaligus Ketua Panitia, Dra. Sri Winarni, M.Pd., menilai keluarga mempunyai posisi penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang sehat sejak dini.

Menurutnya, pengenalan makanan kepada anak tidak cukup hanya mempertimbangkan cita rasa. Keluarga juga perlu memperhatikan kandungan gizi, keberagaman sumber pangan, serta cara menyajikan bahan lokal agar lebih menarik dan mudah diterima anak-anak.

“Keluarga menjadi tempat pertama anak-anak mengenal makanan. Karena itu, penting bagi keluarga untuk tidak hanya memperhatikan rasa, tetapi juga nilai gizi, keberagaman bahan pangan, dan bagaimana mengenalkan pangan lokal dengan cara yang menarik,” ujar Winarni.

Ia berharap Sorgum Creative Food tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi dapat menjadi wadah untuk melahirkan ide-ide baru dalam mengolah bahan pangan lokal. Kreativitas yang muncul dari kegiatan tersebut diharapkan bisa diterapkan masyarakat dalam menyiapkan menu sehari-hari.

Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad As’ad, S.E., mengatakan pemanfaatan sorgum menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat kembali memperhatikan kekayaan sumber pangan yang tersedia di Indonesia.

“Sorgum bukan hanya bahan yang dilombakan, tetapi menjadi sarana untuk mengajak masyarakat melihat kembali potensi pangan lokal. Semangatnya adalah bagaimana kita dapat berkreasi, memanfaatkan sumber daya yang ada, sekaligus membangun kemandirian pangan,” kata As’ad.

Ia menjelaskan, diversifikasi pangan diperlukan agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis sumber pangan. Menurutnya, sorgum tidak diarahkan untuk menggantikan beras, melainkan menjadi salah satu alternatif yang dapat memperkaya pilihan pangan sekaligus membuka ruang pengembangan produk kreatif berbasis bahan lokal.

Berbagai kreasi kemudian ditampilkan peserta dari sejumlah PC LDII di Kabupaten Kudus. Dari satu bahan utama, peserta mampu menghasilkan beragam jenis makanan dengan bentuk, cita rasa, dan penyajian yang berbeda.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai tambah. Kreativitas dalam pengolahan diharapkan dapat membuat sorgum semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat luas.

Setelah melewati tahapan penilaian, PC LDII Jekulo berhasil meraih juara dalam Sorgum Creative Food tingkat Kabupaten Kudus. Atas capaian tersebut, PC LDII Jekulo berhak membawa nama Kudus untuk mengikuti lomba tingkat DPW LDII Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan pada 23 Agustus 2026.

Semangat kemerdekaan melalui kegiatan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perayaan, tetapi juga melalui upaya membangun kreativitas dan kemandirian. Sorgum menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kembali pangan lokal, mengembangkan kreasi keluarga, sekaligus membuka peluang inovasi dari bahan yang ada di sekitar masyarakat. (AS/YM)


Post Views: 3

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *