KUDUS, Liputan7.Net – Memperingati hari jadinya yang ketiga, Essential Clinic Kudus menggelar talkshow kesehatan bertema Healthy Aging pada Minggu (2/8/2026). Menghadirkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Johan Gunadi, SpJP(K), kegiatan ini mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung sebagai kunci menua secara sehat.
Selain talkshow, kegiatan juga dimeriahkan dengan layanan konsultasi kesehatan, stand pemeriksaan, serta bakti sosial bagi masyarakat.
Dalam paparannya, dr. Johan mengingatkan bahwa setiap orang pasti akan menua. Karena itu, menjaga kesehatan sejak usia muda menjadi investasi penting agar tetap sehat dan produktif saat memasuki usia lanjut.
“Semua yang ada di sini pasti akan menua. Karena itu, kesehatan harus diperhatikan sejak dini. Healthy aging adalah menua dengan sehat, tetap bugar, dan tidak sering keluar masuk rumah sakit. Karena itu, kesehatan harus dijaga sejak dini,” ujarnya.
Suasana talkshow berlangsung hangat. Sesekali MC Ita Berlian mengajak peserta berinteraksi melalui pertanyaan seputar “rapor kesehatan“, yang disambut antusias dan tawa peserta.
Lima Pilar Healthy Aging
Dalam kesempatan tersebut, dr. Johan menjelaskan bahwa konsep Healthy Aging dibangun melalui lima pilar utama, yakni, Jantung sehat, Nutrisi sehat, Olahraga yang sesuai, Istirahat fisik dan mental yang berkualitas, dan Menjaga kesehatan kulit.
Menurutnya, kesehatan jantung ditempatkan sebagai pilar pertama karena penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.
“Yang mengejutkan, lebih dari 80 persen penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah. Faktor-faktor seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, pola makan yang buruk, dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang bisa dimodifikasi. Artinya, gaya hidup kita hari ini menentukan kesehatan jantung 10 hingga 20 tahun ke depan,” jelasnya.
Jangan Tunggu Muncul Gejala
Menjawab pertanyaan MC mengenai anggapan banyak orang yang merasa sehat karena tidak memiliki keluhan, dr. Johan menegaskan bahwa kondisi tersebut justru menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan penyakit jantung.
“Aterosklerosis berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Tidak terasa sakit, tidak sesak, dan tidak menimbulkan gejala. Sampai suatu saat plak pecah dan menyebabkan serangan jantung. Jadi jangan menunggu gejala muncul baru memeriksakan diri. Saat sudah parah, sering kali sudah terlambat,” ungkapnya.
Faktor risiko yang dapat diubah meliputi hipertensi, merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang tidur, kurang olahraga, dan stres.
Sementara faktor yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis kelamin, dan faktor keturunan. Menurutnya, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibanding perempuan. Namun, risiko perempuan akan meningkat setelah memasuki masa menopause.
Pola Hidup Sehat Kunci Pencegahan
Dr. Johan mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana.
Ia menganjurkan masyarakat berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, mengurangi konsumsi makanan berlemak, gorengan, makanan cepat saji, serta membatasi gula untuk menjaga kesehatan jantung.
“Ikan dan daging tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilih yang rendah lemak dan tidak berlebihan. Semua yang manis, termasuk gula, sirup, madu, hingga buah dengan kadar gula tinggi, juga perlu dibatasi terutama bagi penderita diabetes,” jelasnya.
Medical Check-up Sejak Usia Muda
Dalam sesi berikutnya, Ia menganjurkan masyarakat berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, mengurangi konsumsi makanan berlemak, gorengan, makanan cepat saji, serta membatasi gula untuk menjaga kesehatan jantung.

“Minimal setahun sekali lakukan medical check-up. Bila diperlukan, lakukan rekam jantung maupun treadmill test. Jangan sampai tiba-tiba terkena serangan jantung lalu mengatakan sebelumnya tidak pernah merasakan keluhan,” pesannya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu tanda awal penyakit jantung koroner adalah munculnya nyeri dada seperti ditekan saat beraktivitas dan membaik ketika beristirahat.
Pertolongan Pertama Saat Serangan Jantung
Pada sesi tanya jawab, seorang peserta asal Demak menanyakan langkah pertolongan pertama ketika seseorang mengalami serangan jantung.
Menjawab hal tersebut, dr. Johan menyoroti meningkatnya kasus serangan jantung pada usia muda.
“Sekarang usia di bawah 30 tahun pun sudah ada yang mengalami serangan jantung. Penyebab utamanya adalah perubahan pola hidup, kurang bergerak, minim olahraga, serta tingginya konsumsi makanan cepat saji, gorengan, dan minuman manis,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong masyarakat mulai melakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia muda sebagai langkah pencegahan.
Apabila menemukan seseorang diduga mengalami serangan jantung, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan apakah korban masih sadar atau tidak.
“Jangan dikerumuni karena penderita membutuhkan oksigen. Jika masih sadar, posisikan setengah duduk. Bila tidak sadar, periksa napas dan denyut nadi. Jika masih bernapas, miringkan tubuh ke sisi kiri agar jalan napas tetap aman sambil segera menghubungi layanan medis dan membawa pasien ke rumah sakit,” terangnya.
Komitmen Essential Clinic
Melalui peringatan hari jadinya yang ketiga, Essential Clinic berharap dapat terus menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat.
Selain memberikan layanan kesehatan, klinik tersebut berkomitmen mengedukasi masyarakat agar semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit, menjalani proses menua secara sehat (healthy aging), serta tetap tampil percaya diri di setiap tahap kehidupan. (Najib/Liputan7.Net)
Post Views: 31
