0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mendorong perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak kemajuan bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, teknologi, dan inovasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Crystal Building UMKU, Senin (17/8/2026) pagi.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, seluruh sivitas akademika yang terdiri atas Wakil Rektor, dosen, pegawai, dan mahasiswa mengikuti upacara dengan khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Edy membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dalam amanat itu disampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi di Indonesia. Kampus dinilai memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

“Kepada para pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa, terima kasih atas pengabdian, kerja keras, dan kontribusi Saudara sekalian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mempersiapkan masa depan Indonesia,” ujar Edy saat membacakan sambutan Mendiktisaintek RI.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh begitu saja. Kemerdekaan diperjuangkan melalui keberanian, pengorbanan, persatuan, serta darah dan air mata para pahlawan.

Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan memastikan Indonesia mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemandirian bagi seluruh rakyat.

“Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa; berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Disampaikan pula bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meski demikian, fondasi menuju Indonesia yang mandiri dan maju terus dibangun.

Dalam proses tersebut, perguruan tinggi diminta mengambil peran nyata dan tidak sekadar menjadi penonton.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi harus menjadi bagian penting dari ikhtiar besar tersebut,” tegasnya.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta generasi muda dengan energi dan kreativitas tinggi. Namun, berbagai potensi tersebut tidak secara otomatis menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Kita harus mampu mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah. Kita harus membangun industri nasional yang kuat. Kita harus menguasai sains dan teknologi,” kata Edy.

“Dalam perjuangan inilah perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung kebangkitan Indonesia,” lanjutnya.

Lebih jauh, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar akademik. Kampus diharapkan mampu melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsa, serta berani mengambil tanggung jawab untuk kemajuan Indonesia.

Perguruan tinggi juga harus menjadi pusat lahirnya riset, teknologi, dan inovasi. Berbagai bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, kesehatan, semikonduktor, kecerdasan artifisial, material maju, hingga deep technology dinilai perlu terus dikembangkan.

“Riset tidak boleh berhenti sebatas laporan atau publikasi,” tegasnya.

Indonesia juga didorong untuk tidak terus bergantung pada produk maupun teknologi dari negara lain. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kemampuan bangsa agar mampu menciptakan teknologi sendiri.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk dan teknologi bangsa lain. Kita harus menjadi bangsa pencipta. Kita tidak boleh selamanya bergantung pada teknologi bangsa lain. Kita harus menguasai teknologi dan menentukan masa depan kita sendiri,” terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, BUMN, pemerintah daerah, lembaga riset, hingga masyarakat.

Kampus besar juga diharapkan dapat tumbuh bersama perguruan tinggi yang sedang berkembang. Perguruan tinggi di pusat maupun daerah perlu saling bergandengan tangan, termasuk mendorong para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja bersama.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, seluruh sivitas akademika diajak merapatkan barisan, menyatukan kepakaran, dan membulatkan tekad untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Bersama membuktikan, dari kampus-kampus Indonesia akan lahir manusia-manusia unggul, teknologi-teknologi besar, dan industri-industri kuat yang membawa Merah Putih berdiri semakin tegak di antara bangsa-bangsa dunia,” ujarnya.

“Teruslah bekerja, teruslah berkarya. Bersatulah untuk Indonesia yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera. Merdeka,” tandasnya.

Upacara kemudian diakhiri dengan doa bersama. Setelah itu, sivitas akademika UMKU memasuki Crystal Building untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Beragam perlombaan turut digelar dan diikuti dosen serta pegawai UMKU. Di antaranya Lomba Acak Dulu Jadi Lucu dan Lomba YesNo.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpegawai, membangun kekompakan, serta meningkatkan rasa kebersamaan di lingkungan UMKU. (YM/YM)


Post Views: 50

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *