Kudus, Liputan7.Net – Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Kabupaten Kudus dipastikan dalam kondisi sehat dan siap dikirim menjelang Hari Raya Iduladha.
Sapi jenis simental milik peternak asal Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, itu bahkan mengalami kenaikan bobot hingga mendekati satu ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo melalui Kabid Peternakan, Arin Nikmah mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi peternak untuk memastikan kondisi sapi bantuan presiden tersebut.
“Untuk mengecek sapi bantuan Presiden RI Pak Prabowo, kebetulan kami langsung ke peternaknya. Alhamdulillah kondisinya sudah dipastikan sehat. Kemudian ada penambahan bobot, diperkirakan hari ini sudah mencapai satu ton, yang sebelumnya saat penimbangan awal 989 kilogram,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh pemeriksaan kesehatan dan persiapan teknis pengiriman juga telah dilakukan.
Hasilnya, sapi dinyatakan layak dan siap diserahkan pada momentum Iduladha.
“Kondisi sapi utamanya saat ini sudah dinyatakan sehat. Semua uji juga sudah kami cek kemarin, alhamdulillah baik-baik saja dan sudah oke,” katanya.
Arin menjelaskan, sebelumnya terdapat tiga kandidat sapi dari peternak lokal Kudus yang diajukan untuk seleksi bantuan presiden. Kandidat tersebut berasal dari dua peternak di Kecamatan Jekulo dan satu peternak di Kecamatan Jati.
“Awalnya kami diminta menggali potensi peternak lokal yang memiliki bobot sapi minimal satu ton atau hampir mendekati satu ton. Saat itu ada tiga kandidat dari tiga peternak dengan jenis sapi berbeda. Alhamdulillah sapi milik Pak Mustahim ini yang lolos dan sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki,” jelasnya.
Rencananya, penyerahan simbolis sapi kurban bantuan presiden akan dilakukan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Masjid Al Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, usai pelaksanaan Salat Iduladha.
“Insya Allah penyerahan simbolis dilaksanakan besok pagi setelah selesai Salat Iduladha,” imbuhnya.
Sementara itu, peternak sapi Agus Baitul Mustaqim mengaku membeli sapi bernama “Mbah Bejo” tersebut saat bobotnya masih sekitar 500 kilogram dengan harga Rp30 juta.
Sapi itu kemudian dirawat selama kurang lebih satu tahun hingga bobotnya meningkat hampir dua kali lipat.
“Awal beli bobotnya sekitar 500 kilo dengan harga Rp30 juta. Saya rawat sekitar satu tahun,” ujarnya.
Agus mengatakan, perawatan sapi dilakukan secara khusus agar pertumbuhannya maksimal.
Selain rutin diberi air hangat, sapi juga mendapat pakan campuran berupa bekatul, pelet, ampas tahu, dan singkong.
“Kalau rumput tidak terlalu banyak. Yang banyak campuran seperti bekatul, pelet, ampas tahu, sama singkong supaya cepat besar,” katanya.
Pria yang telah menekuni usaha peternakan sapi selama sekitar 20 tahun itu mengaku bangga karena sapinya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI.
“Alhamdulillah tambah semangat. Mudah-mudahan bisa memotivasi anak-anak muda supaya semangat beternak,” tuturnya.
Arin menambahkan, keberhasilan peternak lokal Kudus memasok sapi kurban presiden diharapkan menjadi motivasi bagi peternak lain untuk terus mengembangkan sektor peternakan di daerah.
“Harapannya ini menjadi penyemangat bagi peternak lokal. Dengan dibelinya sapi mereka dengan harga lebih tinggi dibanding reguler, semoga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan budidaya peternakan,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 109
