0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Nuansa budaya lokal mewarnai peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia di Toyota Surya Indah Motor (SIM) Kudus. Seluruh keluarga besar perusahaan tersebut mengikuti upacara kemerdekaan dengan mengenakan busana adat Kudusan, Jumat (14/8/2026), sebelum dilanjutkan dengan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW.

Branch Manager Toyota SIM Kudus, Muhammad Khoirul Muna, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan menggabungkan dua momentum, yakni peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi. Konsep itu sekaligus menjadi sarana memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia, Kudus, serta Rasulullah SAW.

“Untuk memperingati rangkaian kemerdekaan tahun ini sebenarnya kita jadikan dua momen besar. Pertama momen kemerdekaan dan kedua momen Maulid Nabi. Sehingga rangkaian acaranya kita jadikan satu,” ujar Muna saat diwawancarai Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, semangat cinta Indonesia diwujudkan melalui pelaksanaan upacara bendera. Sementara rasa cinta terhadap Kudus ditunjukkan dengan penggunaan pakaian adat Kudusan oleh para peserta.

Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan berlanjut dengan pengajian Maulid Nabi setelah salat Magrib. Pengajian tersebut menghadirkan KH Muhammad Anshori dan Al-Habib Ahmad Hasan Al Kaff serta diiringi Grup Hadroh Al-Isyroq dari Kudus.

Muna menyebut konsep tersebut menjadi pengalaman perdana bagi Toyota SIM Kudus. Seluruh petugas upacara juga berasal dari internal perusahaan dan tidak melibatkan instruktur dari luar.

“Ini memang baru pertama kali. Mungkin di acara dealer yang mengadakan konsep seperti ini baru di Toyota Surya Indah Motor Kudus,” ungkapnya.

Pelaksanaan upacara dimajukan menjadi Jumat (14/8) karena pada 17 Agustus sebagian karyawan memiliki kegiatan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Beberapa di antaranya juga terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai perangkat RT.

“Di tanggal 17 itu kita semua karyawan di rumah masing-masing ada kegiatan juga. Ada yang menjadi perangkat RT, sehingga tidak memungkinkan kita melaksanakan kegiatan di tanggal 17. Kami memilih hari sebelumnya, kebetulan kesepakatannya Jumat, tanggal 14 Agustus,” jelasnya.

Rangkaian upacara tersebut diikuti sekitar 150 orang yang berasal dari seluruh bagian Toyota SIM Kudus. Peserta terdiri dari karyawan sales, after sales service, after sales body repair, back office, vendor, outsourcing, hingga perwakilan dari manajemen head office.

Muna menuturkan persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih satu pekan. Meski tidak memiliki pengalaman sebagai petugas profesional upacara, para karyawan menunjukkan keseriusan selama menjalani latihan.

Ia mengapresiasi semangat para petugas yang bersedia keluar dari zona nyaman untuk mempersiapkan upacara tersebut. Menurutnya, sikap terbuka terhadap pengalaman baru merupakan bagian dari budaya kerja di Toyota SIM Kudus.

“Kita bukan profesional Paskibraka, bukan profesional pembaca UUD dan lainnya. Tapi kita mau mendobrak kebiasaan itu. Mindset teman-teman di Toyota Kudus terbuka dan kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak nyaman,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, Toyota SIM Kudus juga tidak mendatangkan instruktur dari luar. Muna yang pernah mengikuti Paskibraka ketika masih bersekolah turut membantu mengingat kembali tata urutan upacara.

“Tidak ada instruktur dari luar sama sekali. Kita belajar konsep. Kebetulan saya dulu waktu sekolah ikut Paskibraka, jadi secara runtutan upacara masih ingat,” ujarnya.

Selain memperingati kemerdekaan dan Maulid Nabi, Toyota SIM Kudus juga menggelar sejumlah lomba untuk karyawan pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut meliputi lomba estafet tepung, voli air, dan mancing kerupuk.

Muna berharap peringatan HUT Ke-81 RI dapat menjadi momentum untuk mendoakan Indonesia agar semakin aman, makmur, dan masyarakatnya sejahtera. Ia juga berharap para pemimpin di tingkat nasional maupun daerah dapat menjalankan amanah dengan bijaksana dan adil sesuai nilai-nilai Pancasila.

“Untuk Indonesia sendiri kita doakan di hari kemerdekaan ini Indonesia semakin makmur, semakin aman, rakyatnya juga semakin sejahtera. Kita doakan pimpinan-pimpinan kita yang ada di pemerintahan semoga bisa menjadi pimpinan yang bijaksana, arif, dan adil kepada rakyatnya sesuai dengan Pancasila,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Kudus semakin berkembang dan sejahtera. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus membuka ruang terhadap kritik, saran, dan masukan untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik.

Terkait kemungkinan kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan, Muna mengatakan belum ada keputusan. Namun, keberhasilan pelaksanaan kegiatan perdana membuka peluang acara serupa kembali digelar pada tahun berikutnya.

“Untuk sementara belum ada planning apakah akan menjadi acara tahunan. Tapi dengan suksesnya acara ini, kemungkinan besar bisa iya,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 23

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *