KUDUS, Liputan7.Net – Pilihan kuliner di Kabupaten Kudus kembali bertambah dengan hadirnya Warung Makan Haji Igun di kawasan United Square, Jalan Ring Road Utara, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Sabtu (15/8/2026). Mengusung konsep masakan rumahan, warung ini menyediakan sekitar 30 menu dengan harga yang diklaim ramah di kantong.
Pemilik sekaligus pendiri Warung Makan Haji Igun, Ivan Gunawan, mengatakan kehadiran outlet di Kudus menjadi cabang ke-12. Pembukaan tersebut sekaligus menandai perubahan konsep bisnis dari sebelumnya yang dikenal dengan nama Nasi Kulit Haji Igun.
“Ini merupakan warung ke-12. Kali ini kami melakukan rebranding dari Nasi Kulit Haji Igun menjadi Warung Makan Haji Igun,” ujar Ivan saat ditemui di Warung Makan Haji Igun Kudus, Sabtu (15/8/2026).
Ivan menjelaskan, perubahan nama tersebut dibarengi dengan konsep yang lebih luas. Jika sebelumnya lebih menonjolkan menu nasi kulit, kini pelanggan dapat menemukan beragam hidangan bergaya masakan rumahan dalam satu tempat.
“Konsepnya lebih fresh, menunya juga lebih banyak, bervariasi dan beraneka ragam. Jadi ini akan menjadi tempat makan yang lengkap,” terangnya.
Menurut Ivan, konsep warung sengaja dipilih agar suasana makan terasa lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat. Hidangan disajikan dengan gaya rumahan, sementara harga dibuat tetap terjangkau sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan.
Ia berharap keberadaan Warung Makan Haji Igun dapat menjadi salah satu tempat pilihan masyarakat Kudus untuk makan bersama, berkumpul, maupun bersilaturahmi. Terlebih, lokasi warung berada di kawasan yang memiliki sejumlah tempat kuliner dan pusat oleh-oleh.
“Kawasan ini bisa menjadi tempat hangout, berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus melepas lelah,” ungkapnya.
Ivan menegaskan pihaknya tidak ingin menghilangkan identitas warung dengan mengubah konsep menjadi restoran. Justru, karakter makanan rumahan dengan penyajian sederhana menjadi bagian yang dipertahankan.
“Ini bukan restoran, tetapi warung. Konsepnya makanan rumahan yang disajikan sederhana, lauknya banyak dan yang paling penting harganya bersahabat,” jelas Ivan.
Dari sekitar 30 menu yang tersedia, sejumlah hidangan disebut menjadi favorit. Beberapa di antaranya yakni sate kulit jumbo, terong raos, ayam lada hitam, serta ayam goreng lengket.
Ivan menyebut menu tersebut dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia. Tingkat kepedasan juga dapat disesuaikan dengan selera pelanggan sehingga anak-anak maupun orang dewasa tetap bisa menikmati hidangan yang tersedia.
Untuk kuliner khas Kudus, Ivan mengaku tidak ingin mengambil menu yang sudah menjadi identitas dan telah lama dikembangkan pelaku usaha lokal. Ia memilih menghadirkan alternatif kuliner dengan karakter berbeda.
“Kami sengaja hadir dengan suasana dan pilihan yang berbeda. Jadi masyarakat Kudus punya pilihan lain ketika ingin mencari makanan,” katanya.
Selain pilihan makanan, fasilitas parkir menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Area parkir yang luas memungkinkan kendaraan rombongan hingga bus untuk berhenti dan menikmati makanan di lokasi tersebut.
Ivan menilai kondisi tersebut membuat Warung Makan Haji Igun berpotensi menjadi tempat persinggahan sekaligus lokasi berkumpul bagi keluarga maupun rombongan yang berkunjung ke Kudus.
Sementara itu, Armandsyah Yusuf Wartono, selaku Franchisee Warung Makan Haji Igun mengatakan warung tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Untuk memberikan penawaran menarik kepada pelanggan, pihaknya juga menyiapkan program promo rutin. Setiap Jumat, sebanyak 50 orang berkesempatan memperoleh satu paket nasi secara gratis.
“Insya Allah promo tersebut akan kami adakan setiap Jumat, dengan satu paket nasi gratis untuk 50 orang,” ujar Arman.
Arman berharap kehadiran Warung Makan Haji Igun dapat memberikan pilihan baru bagi masyarakat Kudus sekaligus ikut mendorong pertumbuhan sektor kuliner setempat. Pihaknya juga ingin menghadirkan inovasi menu yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kuliner lainnya.
“Kami ingin memberi warna baru untuk Kudus, terutama dengan membawa menu-menu baru. Mudah-mudahan juga bisa membuka ruang ekonomi baru dan menginspirasi pelaku kuliner untuk terus berinovasi,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, Warung Makan Haji Igun Kudus juga direncanakan masuk ke layanan pemesanan makanan secara daring. Pelanggan nantinya dapat melakukan pemesanan melalui GrabFood dan GoFood.
Dengan mengandalkan pilihan menu yang cukup banyak, konsep masakan rumahan, serta harga yang terjangkau, Warung Makan Haji Igun diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi kuliner baru bagi warga maupun wisatawan yang singgah di Kudus. (AS/YM)
Post Views: 4
