KUDUS, Liputan7.Net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus. Sebanyak 11 santri berhasil lolos melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi luar negeri, mulai dari Universitas Al Azhar Mesir hingga kampus di China, Yaman, Maroko, dan Tunisia.
Kesebelas santri tersebut diterima melalui berbagai jalur seleksi dan beasiswa. Mereka akan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama yang menjadi tujuan studi para pelajar Indonesia untuk memperdalam ilmu agama maupun bidang akademik lainnya.
Santri yang diterima di luar negeri tersebut antara lain Alfian Rifqi Maulana asal Kudus yang lolos di Universitas Al Ahgaff, Yaman. Kemudian Fachri Akbar Ibrahim asal Juwana, Kabupaten Pati, diterima di Gannan Normal University, China. Sementara Ubaidurrohman asal Ajung-ajung, Jember, Jawa Timur, berhasil memperoleh kesempatan belajar di Ta’limul Atiq melalui program beasiswa PBNU.
Selain itu, M Faiz Abdillah asal Kota Pekalongan mencatatkan prestasi tersendiri dengan diterima di dua perguruan tinggi sekaligus, yakni Ta’limul Aly Maroko melalui beasiswa Kementerian Agama serta Universite de Sousse, Tunisia.
Sementara itu, tujuh santri lainnya dipastikan melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Afiq Madany Kaitsar asal Jepara, M Fadhlan Hikam Wihdani dari Brebes, M Rasya Prayogo asal Piji, Kecamatan Dawe, Kudus, M Refa Maulana dari Pudakpayung, Semarang, Fabian Raffy Wijaya asal Babadan, Ponorogo, Ian Syauqi Al-Haq, serta M Zulfa Thoriqul Huda asal Kuripan, Purwodadi, Grobogan.
Para santri yang akan berangkat menempuh pendidikan di luar negeri tersebut secara resmi dilepas oleh pihak madrasah dalam apel santri yang digelar pada Sabtu (1/8/2026). Prosesi pelepasan berlangsung di hadapan para masyayikh, kepala madrasah, jajaran pimpinan, serta seluruh dewan guru sebagai bentuk doa dan dukungan bagi para santri yang akan menuntut ilmu di mancanegara.
Kepala MA NU TBS Kudus, K Syafi’i SPdI MPd, berpesan agar para santri senantiasa menjaga akhlak dan nama baik almamater selama menjalani pendidikan di negeri orang.
“Tetap jaga sikap tawadlu, dan jangan lupa pada almamater,” pesannya.
Ia juga mendoakan agar seluruh santri diberikan kelancaran selama menempuh pendidikan dan mampu meraih ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang didapat nanti membawa manfaat dan berkah,” harapnya.
Sementara itu, Humas MA NU TBS Kudus, Irsyad Roxiyul Azmi SSos MPd, menjelaskan tidak semua santri yang diterima di luar negeri dapat mengikuti prosesi pelepasan. Beberapa di antaranya berhalangan hadir karena telah memiliki agenda lain maupun berasal dari daerah yang cukup jauh.
“Ada yang sudah memiliki kegiatan lain dan sebagian berasal dari daerah yang cukup jauh, seperti dari Jember, sehingga tidak semuanya bisa mengikuti acara pelepasan,” jelasnya.
Keberhasilan 11 santri tersebut menjadi bukti komitmen MA NU TBS Kudus dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Madrasah berharap para santri dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sekaligus membawa nama baik Indonesia dan almamater selama menimba ilmu di luar negeri. (AS/YM)
Post Views: 13
