KUDUS, Liputan7.Net – Suasana haru menyelimuti rumah keluarga korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). Di tengah ketidakpastian nasib empat warga Kudus yang hingga kini masih dalam pencarian, Bupati Kudus Sam’ani Intakhoris datang langsung menemui keluarga korban.
Sam’ani bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda dan Baznas Kabupaten Kudus mendatangi kediaman keluarga Yusuf Farizal dan Muhammad Adam, dua warga yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Keduanya merupakan kakak beradik yang bekerja di bidang ekspedisi. Yusuf diketahui bekerja sebagai sopir truk, sedangkan Muhammad Adam sebagai kernet.
Kedatangan Bupati tidak sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan keluarga mendapat dukungan selama proses pencarian masih berlangsung.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ada warga Kabupaten Kudus yang secara manifest ikut di Kapal Virgo yang terjadi kecelakaan,” kata Sam’ani.
Sam’ani mengatakan Pemkab Kudus terus memantau perkembangan pencarian melalui BPBD dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Informasi terbaru dari lapangan akan terus disampaikan kepada keluarga.
“Kita berdoa semoga Mas Yusuf dan Mas Adam ditemukan dalam kondisi yang baik. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita berdoa semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, keikhlasan serta ketabahan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kudus bersama Baznas juga menyerahkan bingkisan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang masih menunggu kepastian keberadaan anggota keluarganya.
Menurut Sam’ani, terdapat empat warga Kudus yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Selain Yusuf dan Adam, dua warga lainnya berasal dari wilayah Kecamatan Dawe.
“BPBD selalu update informasi dengan BPBD nasional maupun pusat untuk mencari perkembangan-perkembangan. Kalau ada perkembangan lebih lanjut, BPBD pasti lebih tahu dulu,” jelasnya.
Sementara itu, keluarga Yusuf dan Adam masih terus menunggu kabar dari lokasi pencarian. Haryuni, adik Umi yang merupakan istri Yusuf, mengatakan hingga Senin pagi belum ada informasi terbaru mengenai keberadaan keduanya.
“Dari kemarin memang masih nihil, belum ditemukan lagi. Kami masih memantau dari media sosial dan komunikasi dengan Mbak Umi,” ungkap Haryuni.
Yusuf disebut berangkat dari Surabaya menuju Kalimantan menggunakan kapal pada Sabtu. Sebelum berangkat, ia masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui video call. Setelah kapal berlayar, komunikasi kemudian terputus.
Keluarga mengetahui kabar kecelakaan kapal pada Minggu. Sejumlah anggota keluarga bahkan langsung berupaya mendatangi lokasi untuk mengikuti perkembangan pencarian.
Yusuf diketahui telah lama bekerja sebagai sopir ekspedisi dan beberapa kali melakukan perjalanan ke Kalimantan.
Ia meninggalkan empat anak, dengan anak tertua masih menempuh pendidikan di Universitas Muria Kudus (UMK), sementara anak lainnya masih bersekolah.
Di sisi lain, Muhammad Adam diketahui belum menikah. Ia baru melangsungkan lamaran sekitar satu hingga dua bulan sebelum kejadian dan tengah mempersiapkan rencana pernikahannya.
Pemkab Kudus memastikan akan terus berkoordinasi dengan tim pencarian di lapangan, termasuk Basarnas dan BNPB. Pemerintah juga masih mengecek kemungkinan adanya santunan atau jaminan melalui BPJS Ketenagakerjaan bersama perusahaan tempat korban bekerja.
“Siap bantu total. Nanti dari BPBD yang akan komunikasi langsung,” kata Sam’ani. (YM/YM)
Post Views: 4
