0 4 min 2 yrs

Kudus, Liputan7.Net – Sebanyak 2 desa wisata di Kabupaten Kudus masuk 500 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) 2024 yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Adapun 2 desa wisata yang masuk dalam 500 besar ADWI 2024 yaitu Desa Wisata Menawan di Kecamatan gebog dan Desa Wisata Japan di Kecamatan Dawe.

Kepala Desa (Kades) Menawan, Tri Lestari saat dihubungi Liputan7.Net mengaku bersyukur desanya mendapatkan penghargaan tersebut,

“Kami bersyukur atas capaian itu, namun ke depan, masih ada sejumlah proses dan tahapan yang harus di lalui, jadi mohon doa dan dukungannya untuk semua pihak,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menjelaskan, jika hasil tersebut didapat setelah melewati kurasi penilaian juri dari 5 kategori penilaian. Kategori penilaian antara lain Daya Tarik Desa Wisata, Amenitas, Digital, Kelembagaan & SDM, dan Resiliensi.

Dirinya mengapresiasi atas capaian ini, “Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas capaian 2 desa wisata yang masuk dalam 500 besar se-Indonesia dari 6.016 desa wisata yang mendaftar ADWI 2024,” ungkap Tika (sapaan akrabnya) saat dihubungi Liputan7.Net.

Pada tahun ini, ADWI 2024 mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” yang memiliki visi untuk masa depan pariwisata tidak hanya tentang lingkungan tapi pariwisata yang berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga meminimalkan dampak negatif, menjaga dan melestarikan lingkungan dan budaya lokal.

Tika menyampaikan penghargaan ADWI juga memberikan wadah bagi para pengelola desa wisata untuk dapat meningkatkan kualitas desa wisata utamanya dalam hal promosi pariwisata sehingga dapat dikenal luas.

“Nanti ada 50 Desa Wisata terbaik nantinya akan mendapat penghargaan dan pendampingan intensif oleh Kemenparekraf dalam upaya memajukan pariwisata di desa wisata, semoga 2 desa wisata di Kudus bisa masuk 50 besar se-Indonesia,” tambah Tika.

Nantinya, lanjut Tika, Disbudpar bisa melakukan pendampingan dua desa terpilih sekaligus pembinaan bersama dengan stakeholder pariwisata lainnya, seperti Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D), Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus, Biro Perjalanan Wisata (BPW), dan FK Deswita dan FK Pokdarwis juga Komite Ekonomi Kreatif (KEK).

“Utamanya partisipasi masyarakat setempat dengan di dukung semangat dan pemberdayaan masyarakat secara maksimal, dan kalau diperlukan juga selalu berkoordinasi dengan OPD terkait. Akses menuju ke DTW yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, juga harus berkoordinasi dengan PUPR, misalnya,” kata Tika.

Sementara untuk peningkatan amenitas pariwisata, Tika berpesan, supaya bisa dipenuhi dari anggaran desa yang sudah direncanakan tahun sebelumnya, juga bisa dari partisipasi dan gotong royong masyarakat maupun pihak ketiga jika memungkinkan.

Menurutnya, Amenitas terkait pelayanan pokok di DTW seperti tempat parkir harus tersedia, toilet serta tempat ibadah dan warung/tempat makan serta oleh-oleh juga perlu lebih ditata dan disiapkan. Tidak kalah penting pembuatan konten-konten promosi yang harus ditingkatkan,

Tika berharap, dengan masuknya 2 desa wisata dalam ajang ADWI 2024 bisa memicu semangat desa-desa wisata lain di Kudus untuk memperkuat potensi dan memperbaiki tata kelola destinasi dan menjaga keberlanjutan lingkungan serta membuka ruang berkarya dan menciptakan lapangan kerja. (AS/YM)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *