0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Seorang bocah berusia delapan tahun di Kabupaten Kudus meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai bersama teman-temannya, Rabu (11/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi di Sungai Jembertati atau yang dikenal warga sebagai Sungai Mbah Jam, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu.

Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menurunkan tim bersama relawan untuk melakukan penanganan.

“Setelah menerima laporan, tim BPBD bersama Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) segera menindaklanjuti dengan menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional dan sepeda motor untuk membantu proses pencarian serta evakuasi korban,” ujarnya.

Korban diketahui bernama Muhammad Salam Aufa (8), warga Dukuh Winong RT 02/07 Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Berdasarkan kronologi, kejadian bermula saat korban bersama lima temannya membuat janji untuk mandi di Sungai Jembertati setelah pulang sekolah. Mereka berangkat menggunakan sepeda ontel dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB.

Setibanya di lokasi, korban dan teman-temannya langsung mandi di sungai tersebut selama kurang lebih 30 menit. Namun, korban diduga tidak mengetahui kedalaman sungai yang mencapai sekitar 2 hingga 3 meter.

Naas, korban kemudian tenggelam di sungai. Teman-teman korban yang panik segera meminta bantuan warga sekitar, yakni Choirul Anwar (37). Selanjutnya saksi tersebut meminta bantuan warga lainnya, Abdul Aziz (43), untuk melakukan pencarian.

Warga kemudian melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Sekitar pukul 12.30 WIB, korban dibawa pulang menggunakan sepeda motor milik perangkat desa atas permintaan keluarga.

Selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulans layanan Masjid Al Aziz Dukuh Winong menuju IGD RS Kumala Siwi yang berada tidak jauh dari rumah korban. Namun setelah tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.35 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Hasil identifikasi dari tim INAFIS Polres Kudus bersama dokter RS Kumala Siwi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal akibat tenggelam,” jelas Eko.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah korban rencananya dimakamkan pada pukul 17.00 WIB di pemakaman setempat.

Proses penanganan kejadian ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polsek Kaliwungu, Koramil Kaliwungu, relawan FRPB, BAGANA, serta warga sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan dan evakuasi berlangsung aman dan lancar. (YM/YM)


Post Views: 5



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *