0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Upaya mengenalkan sejarah dan warisan budaya kepada generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Salah satunya melalui pameran temporer Sandhivarta Patiayam yang digelar di Taman Kemuning, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026.

Pameran yang mengusung tema “Merangkai Peradaban, Menyatukan Warisan Budaya” tersebut menghadirkan berbagai informasi mengenai sejarah dan warisan budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Museum Purbakala Patiayam kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan Sandhivarta Patiayam tidak hanya berfokus pada koleksi yang ada di Museum Purbakala Patiayam.

Sejumlah museum dan lembaga kebudayaan dari Jawa Tengah turut dihadirkan sehingga pengunjung dapat memperoleh sudut pandang yang lebih luas mengenai sejarah dan budaya.

“Ada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Museum Jenang dan Gusjigang, Museum RA Kartini, Monumen Pers Nasional, Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, ini ikut meramaikan acara di sini,” ujar Halil, Jumat (28/8/2026).

Selain pameran museum, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku ekonomi kreatif lokal. Berbagai produk ditampilkan, mulai dari kerajinan besi dan pisau, ecoprint, produk konveksi, aksesori, hingga aneka jajanan khas Kudus.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Sandhivarta Patiayam. Disbudpar Kudus menggandeng Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk mendorong peserta didik berkunjung dan menjadikan museum sebagai ruang belajar di luar sekolah.

Halil menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan berbagai sudut pandang mengenai sejarah yang ada. Dengan menghadirkan sejumlah museum, jejak masa lalu diharapkan dapat dirangkai menjadi pengetahuan yang lebih mudah dipahami generasi saat ini.

“Jadi tujuan kegiatan ini adalah untuk menyatukan sudut pandang tentang sejarah yang ada, kita mengundang berbagai museum dan merangkai jejak sejarah masa lalu, yang nantinya bisa dipelajari oleh generasi-generasi sekarang,” terangnya.

Menurutnya, pameran tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Anak muda tidak hanya diajak melihat koleksi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah yang dimiliki daerah.

Sandhivarta Patiayam berlangsung selama tiga hari, yakni 28-30 Agustus 2026. Selain pameran museum, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukan seni, seperti tari-tarian dan musik.

“Tidak hanya pameran museum, nanti kita isi acara dengan tari-tarian juga, musik, dan sebagainya biar meriah,” imbuh Halil.

Halil berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dengan konsep yang semakin berkembang. Menurutnya, pelaksanaan tahun ini merupakan tahun kedua dan mendapat dukungan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik dari Kementerian Kebudayaan.

Ke depan, Disbudpar Kudus berencana mengembangkan Sandhivarta dengan cakupan yang lebih luas. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengenal cerita dan peninggalan sejarah yang tersimpan di kawasan Patiayam.

“Ke depan itu tidak hanya ini saja, tapi mungkin lebih besar lagi, bisa lebih komplit lagi, sehingga bisa lebih meriah lagi, agar cerita kuno yang dimiliki daerah ini diketahui oleh generasi muda,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 33

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *