0 3 min 16 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Akademi Sepak Bola ASTI Kudus kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memborong tiga gelar juara pertama dalam ajang Piala Liga Grassroots 2026 yang berlangsung di Stadion Mini Bina Taruna Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

Dominasi ASTI Kudus terlihat di tiga kelompok usia yang dipertandingkan, yakni U12, U13, dan U15. Salah satu pencapaian tersebut ditorehkan tim U15 yang sukses mengalahkan ASTI Semarang dengan skor telak 3-0 pada partai final.

Dalam pertandingan final kelompok usia U15, tim ASTI Kudus asuhan Coach Eko Mulyono tampil impresif menghadapi ASTI Semarang yang dilatih Coach Bima Sakti Sampurna. Tiga gol kemenangan ASTI Kudus masing-masing dicetak oleh Faiz, Aruna, dan Totti.

Sebelum melaju ke final, ASTI Kudus berhasil menyingkirkan Safin Pati pada babak semifinal. Sementara itu, ASTI Semarang memastikan tempat di partai puncak setelah mengalahkan tuan rumah AC Bola.

Turnamen Piala Liga Grassroots 2026, yang disponsori Ortuseight, mempertandingkan tiga kelompok usia, yaitu U12, U13, dan U15. ASTI Kudus tampil dominan dengan meraih gelar juara pertama di seluruh kelompok usia tersebut.

Potret Pemain Akademi ASTI Kudus saat mengikuti Turnamen Piala Liga Grassroots 2026. (Foto: Dok. ASTI Kudus)

Sementara itu, ASTI Semarang juga mencatatkan hasil positif dengan meraih posisi runner-up pada kelompok usia U12 dan U15, serta peringkat ketiga pada kelompok usia U13.

Hasil tersebut sekaligus membuka peluang bagi tim-tim terbaik untuk melanjutkan persaingan ke seri nasional. Tim yang menempati posisi juara pertama dan kedua berhak memperoleh golden ticket menuju seri nasional yang akan digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Manager Tim ASTI Kudus, Dadi Utomo, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya dalam ajang yang berlangsung di Cepu, Kabupaten Blora, tersebut.

Menurutnya, Blora menjadi ladang rezeki bagi anak-anak ASTI Kudus. Prestasi ini terasa istimewa karena skuad yang diberangkatkan tidak dalam kekuatan penuh, menyusul sejumlah pemain yang telah bergabung dengan klub peserta Elite Pro Academy (EPA) Liga 1.

Meski demikian, para pemain yang tampil mampu menunjukkan hasil latihan dan proses pembinaan yang selama ini dijalani. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi ASTI Kudus dalam mengembangkan talenta sepak bola usia muda.

Sebagai lembaga pembinaan sepak bola yang berpusat di Kudus, ASTI terus memperluas jangkauan pembinaan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, jaringan pembinaannya telah menjangkau Kendal, Tegal, Semarang, Purbalingga, Kulon Progo, Lamongan, Bekasi, dan Ternate. Sejumlah cabang baru juga tengah dipersiapkan untuk memperluas kesempatan bagi anak-anak Indonesia mengembangkan potensi di dunia sepak bola. (YM/YM)


Post Views: 45

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *