0 4 min 16 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Pentingnya membangun kedisiplinan dan menjauhi perilaku menyimpang menjadi pesan utama Kapolsek Kudus, AKP Rusmanto, kepada ratusan siswa SMA Negeri 1 Kudus. Ia mengajak para pelajar agar tidak terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai tindakan negatif lain yang dapat menghambat masa depan mereka.

Imbauan tersebut disampaikan Rusmanto saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Kudus, Senin (12/10/2026) pagi.

Dalam kesempatan itu, Rusmanto mengatakan bahwa usia sekolah menengah atas merupakan masa penting untuk membangun karakter dan mengembangkan kemampuan diri. Para siswa pun diminta berhati-hati dalam memilih pergaulan agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang berpotensi merugikan.

Ia menyebutkan, sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai kalangan remaja di antaranya tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, penggunaan vape, serta pelanggaran aturan lalu lintas.

Tantangan bagi pelajar juga semakin beragam seiring perkembangan teknologi. Rusmanto mengingatkan siswa untuk menghindari perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perjudian daring, serta aktivitas digital yang dapat memberikan dampak buruk.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan tanpa memikirkan akibatnya bisa menimbulkan masalah serius. Selain merugikan diri sendiri, perilaku tersebut juga dapat berdampak terhadap keluarga dan mencoreng reputasi sekolah.

Ia menegaskan bahwa pelajar perlu memiliki pendirian kuat ketika menghadapi tekanan lingkungan pertemanan. Menolak ajakan negatif merupakan bentuk keberanian yang harus ditanamkan sejak dini demi menjaga masa depan.

“Keberanian sejati adalah keberanian untuk menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat upacara.

Sebagai upaya mencegah kenakalan remaja, Rusmanto mengarahkan para siswa untuk menerapkan tiga kebiasaan penting. Pertama, membangun pergaulan sehat dengan teman-teman yang mampu memberikan pengaruh positif dan saling mengingatkan ketika melakukan kesalahan.

Kedua, memanfaatkan waktu untuk kegiatan produktif. Siswa dapat mengembangkan kemampuan melalui organisasi sekolah, ekstrakurikuler, olahraga, seni, maupun aktivitas akademik sesuai minat masing-masing.

Ketiga, meningkatkan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Media sosial hendaknya menjadi sarana untuk belajar, mencari informasi, dan mengembangkan potensi, bukan digunakan untuk merundung orang lain atau menyebarkan kabar yang belum teruji kebenarannya.

Selain memberikan arahan kepada siswa, Rusmanto turut menggarisbawahi pentingnya peran tenaga pendidik dalam mendampingi remaja. Guru diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan bimbingan secara humanis sehingga siswa tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Ia juga menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan kepolisian menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, serta memiliki akhlak yang baik.

Upacara bendera tersebut berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB di SMA Negeri 1 Kudus, Jalan Pramuka Nomor 41, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Kegiatan diikuti sekitar 800 siswa kelas X dan XI, serta dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mustafa Hizkia Simatupang, jajaran guru dan staf sekolah, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Dedi Agus R.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara Kapolsek Kudus, guru, dan siswa. Acara diakhiri dengan foto bersama serta pengucapan salam polisi, “Polisi Bersama Masyarakat”. (AS/YM)


Post Views: 1

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *