0 4 min 18 hrs

KUDUS, Liputan7.Net — Sebanyak 91 sekolah tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Kudus serentak menggelar Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos 2026, Rabu (16/9/2026). Pelaksanaan serentak ini tidak sekadar menjadi agenda pemilihan ketua OSIS, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi para pelajar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, Pilketos Serentak 2026 dirancang sebagai sarana edukasi demokrasi bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dikenalkan secara langsung dengan tahapan pemilihan yang menyerupai proses pemilu.

“Pilketos ini kami dorong sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Mereka belajar bagaimana proses pemilihan dilaksanakan, mulai dari tahapan persiapan sampai pemungutan suara,” jelas Ahmad Amir Faisol.

Menurutnya, pembelajaran demokrasi yang diberikan kepada pelajar tidak hanya berkaitan dengan menentukan pilihan di bilik suara. Para siswa juga diperkenalkan dengan proses persiapan, pencalonan, kampanye hingga pemungutan suara.

Dengan mengikuti seluruh tahapan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa demokrasi merupakan sebuah proses yang membutuhkan partisipasi sekaligus sikap saling menghargai.

KPU Kabupaten Kudus juga memberikan ruang bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk ikut dalam Pilketos Serentak 2026. Langkah tersebut dilakukan agar siswa berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pengalaman berdemokrasi.

“Kami juga memberikan ruang kepada sekolah luar biasa agar seluruh siswa dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang sama dalam berdemokrasi,” katanya.

Salah satu sekolah yang mengikuti Pilketos Serentak adalah SLB Negeri Purwosari Kudus. Di sekolah tersebut terdapat dua calon Ketua OSIS yang mengikuti proses pemilihan.

Pelaksanaan Pilketos di SLB Negeri Purwosari turut dipantau langsung Bupati Kudus Samani Intakhoris. Selain melihat proses pemungutan suara, Bupati juga berdialog dengan siswa, kepala sekolah dan para guru.

Samani mengatakan, Pilketos menjadi pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal demokrasi, termasuk belajar menghadapi perbedaan pilihan dan menerima hasil pemilihan.

“Ini pembelajaran demokrasi, bagaimana kita belajar jujur dan bersemangat dalam kekeluargaan. Beda pendapat dan persaingan itu boleh, tetapi ketika sudah ditentukan siapa yang menang, maka harus didukung,” ujar Samani.

Ia mengingatkan siswa agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

“Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan sedih, karena persaingan itu hal yang biasa. Inilah pembelajaran demokrasi bagi panjenengan semua,” katanya.

Sementara itu, Pilketos juga berlangsung di SMK Negeri 1 Kudus dan MA Mu’allimat NU Kudus yang turut menjadi lokasi monitoring Bupati Kudus. Di SMK Negeri 1 Kudus terdapat lima calon Ketua OSIS, sedangkan MA Mu’allimat NU Kudus diikuti tujuh calon.

Ahmad Amir Faisol menambahkan, pelaksanaan Pilketos Serentak 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan di sekolah. Pengalaman yang diperoleh siswa diharapkan menjadi bekal ketika mereka kelak terlibat dalam proses demokrasi yang lebih luas.

Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang menang atau kalah dalam sebuah pemilihan. Ada nilai kejujuran, partisipasi, penghormatan terhadap perbedaan dan kesediaan menerima hasil yang harus dipelajari sejak dini.

Pilketos Serentak 2026 di Kabupaten Kudus diikuti sebanyak 91 sekolah tingkat SLTA sederajat. Pelaksanaan secara serentak tersebut sekaligus menjadi proyek percontohan pertama Pilketos serentak di Jawa Tengah.

Melalui program tersebut, KPU Kudus mendorong lingkungan sekolah menjadi ruang awal bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan demokrasi secara langsung, mulai dari proses pencalonan hingga menentukan pilihan. (YM/YM)


Post Views: 8

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *