KUDUS, Liputan7.Net – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan. Di Kabupaten Kudus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan perubahan kondisi lingkungan akibat cuaca ekstrem dapat membuat kelompok rentan lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.
Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, peningkatan angka kesakitan ISPA secara nasional dilaporkan cukup tinggi, bahkan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Influenza menjadi salah satu penyakit yang masuk dalam kelompok infeksi saluran pernapasan yang perlu diwaspadai.
Meski demikian, peningkatan kasus ISPA tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan jenis virus influenza tertentu. Untuk memastikan penyebab infeksi, diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
“Untuk menentukan itu influenza jenis tipe A, B dan sebagainya itu harus dikultur dengan pemeriksaan DNA untuk memastikan jenis influenza. Pemeriksaannya harus dikirim ke Bandung,” ujar Hakam.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta memperhatikan kecukupan cairan tubuh, khususnya pada anak-anak dan lansia. Kondisi cuaca ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang kemudian membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau kita rekomendasikan kepada masyarakat, perbanyak minum pada anak-anak dan orang tua, terutama orang sepuh karena risikonya akan cukup memberatkan,” katanya.
Menurut Hakam, lansia dalam kondisi normal dapat membutuhkan asupan cairan lebih dari dua liter per hari. Namun, kebutuhan tersebut tidak dapat disamaratakan karena lansia dengan penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal atau jantung, justru dapat memerlukan pembatasan cairan.
Karena itu, kebutuhan minum bagi lansia sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan anjuran tenaga medis. Langkah tersebut penting agar upaya mencegah dehidrasi tidak justru menimbulkan masalah kesehatan lain.
Sementara pada anak-anak, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi perhatian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah vaksinasi influenza, terutama bagi anak yang telah berusia lebih dari enam bulan.
Hakam menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kondisi berat yang mengarah pada dugaan influenza jenis tertentu. Pemeriksaan dan penanganan masih dilakukan dengan mengacu pada rekomendasi pemerintah pusat dan dinas kesehatan terkait.
“Kuncinya penyakit tropis itu memang tidak bisa hilang di negara tropis,” ujarnya.
Masyarakat pun diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat, mulai dari mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan, hingga memperhatikan kebersihan lingkungan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. (YM/YM)
Post Views: 18
